Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIDAERAHINVESTIGASI & SOROTPERISTIWAWISATA & KULINER

Baru Direvitalisasi Rp5 Miliar, Playground Alun-Alun Merdeka Malang Rusak! DLH Akui Pakai Modul Lama

32
×

Baru Direvitalisasi Rp5 Miliar, Playground Alun-Alun Merdeka Malang Rusak! DLH Akui Pakai Modul Lama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MALANG | Sentrapos.co.id — Fasilitas playground di Alun-Alun Merdeka Malang menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kerusakan, padahal kawasan tersebut baru saja direvitalisasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim senilai Rp5 miliar.

Fakta mengejutkan terungkap. Kerusakan bukan terjadi pada fasilitas baru, melainkan berasal dari modul lama yang hanya diperbaiki, bukan diganti secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Raymond, mengonfirmasi bahwa dalam proyek revitalisasi, tidak semua wahana permainan anak diganti.

“Ada yang baru, ada yang diganti, dan ada juga modul lama yang hanya diperbaiki. Yang rusak ini justru bagian lama itu,” tegas Raymond, Selasa (5/5/2026).

Salah Perhitungan: Modul Lama Ternyata Tak Layak

Raymond menjelaskan, saat perencanaan proyek pada 2024, modul lama masih dinilai layak diperbaiki. Namun saat pelaksanaan di 2025, kondisi sebenarnya sudah jauh lebih rusak dan seharusnya diganti total.

Sayangnya, keterbatasan aturan administrasi anggaran membuat perubahan tidak bisa dilakukan secara mendadak.

“Di perencanaan tertulis perbaikan, maka tetap dilakukan perbaikan, bukan penggantian,” ungkapnya.

Keputusan tersebut berdampak pada daya tahan fasilitas yang tidak maksimal, terutama karena material resin yang digunakan tidak kembali kuat setelah diperbaiki.

Vendor Bertanggung Jawab, Playground Ditutup Sementara

DLH memastikan perbaikan saat ini akan dilakukan oleh vendor karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.

“Perbaikan menjadi tanggung jawab vendor. Namun kekuatan hasil perbaikan tentu tidak bisa maksimal seperti barang baru,” jelas Raymond.

Sebagai langkah penanganan, area playground akan ditutup sementara untuk proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

Faktor Pengunjung Juga Jadi Pemicu

Selain faktor teknis, DLH juga menyoroti perilaku pengunjung yang dinilai kurang tertib, seperti anak-anak yang melompat di ujung perosotan hingga membebani struktur.

Untuk jangka panjang, DLH merencanakan sistem pengaturan penggunaan fasilitas, termasuk pembatasan waktu bermain selama 30–45 menit.

Warga Kecewa: “Katanya Sudah Diperbaiki Total”

Kondisi ini memicu kekecewaan pengunjung. Andy, salah satu warga, mengaku heran karena fasilitas yang baru direvitalisasi justru cepat rusak.

“Katanya habis dibenerin total, kok sekarang rusak lagi? Harusnya ada tanggung jawab dalam perawatan,” keluhnya.

Kasus ini menjadi evaluasi serius terkait perencanaan proyek publik, khususnya dalam memastikan kualitas, transparansi, dan ketahanan fasilitas yang digunakan masyarakat luas. (*)


Poin Utama Berita

  • Playground Alun-Alun Merdeka Malang rusak usai revitalisasi Rp5 miliar
  • Kerusakan terjadi pada modul lama yang hanya diperbaiki
  • DLH akui kesalahan perencanaan dan keterbatasan anggaran
  • Vendor bertanggung jawab selama masa pemeliharaan
  • Area playground akan ditutup sementara
  • Faktor perilaku pengunjung juga mempercepat kerusakan
  • Warga kecewa karena fasilitas dianggap belum optimal
error: Content is protected !!