SURABAYA | Sentrapos.co.id — Aksi dugaan rasisme yang melibatkan seorang siswa SMA di Surabaya viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Siswa berinisial R (15), dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Peristiwa tersebut terjadi dalam event street basketball bersama Kevon Watt di Taman Kunang-Kunang, Surabaya, pada Rabu (29/4/2026).
Kronologi: Aksi Viral di Event Street Basketball
R mengaku hadir dalam kegiatan tersebut atas inisiatif pribadi, bukan mewakili sekolah atau tim basket resmi.
“Saya mengikuti atas nama pribadi dan tidak mengatasnamakan sekolah,” ujarnya.
Dalam video yang beredar, R diduga melontarkan ucapan bernada rasis kepada Kevon Watt, yang kemudian memicu reaksi keras dari warganet.
Permintaan Maaf: Akui Kesalahan dan Menyesal
R menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan yang dilakukannya dan mengakui kesalahannya.
“Saya dengan kerendahan hati memohon maaf atas ucapan rasis yang telah saya lakukan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa perbuatannya tidak dapat dibenarkan dan telah melukai korban serta mencederai nilai sportivitas.
“Tidak ada seorang pun yang pantas menerima perlakuan diskriminatif,” tegas R.
Sekolah Klarifikasi: Bukan Kegiatan Resmi
Pihak sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Maria Viciati, membenarkan bahwa R merupakan siswa aktif.
Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda resmi sekolah.
“Itu kegiatan pribadi di luar jam sekolah, bukan event yang diikuti sekolah,” jelasnya.
Sekolah Tetap Lakukan Pembinaan
Meski kejadian terjadi di luar lingkungan sekolah, pihak sekolah tetap mengambil tanggung jawab moral untuk melakukan pembinaan.
“Kami akan melakukan pendidikan dan pembinaan agar kejadian ini tidak terulang,” tegas Maria.
Rasisme Jadi Isu Serius
R juga mengakui bahwa insiden ini menjadi pelajaran penting baginya untuk lebih menghargai keberagaman.
“Rasisme adalah isu serius yang merusak tatanan sosial,” ungkapnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya edukasi toleransi, etika, dan sportivitas, terutama di kalangan generasi muda. (*)
Poin Utama Berita
- Siswa SMA di Surabaya diduga lakukan aksi rasis saat event basket
- Kejadian melibatkan YouTuber streetball Kevon Watt
- Video viral memicu kecaman publik
- Siswa menyampaikan permintaan maaf terbuka
- Sekolah tegaskan kejadian bukan kegiatan resmi
- Pembinaan tetap dilakukan oleh pihak sekolah
- Kasus jadi pengingat pentingnya toleransi dan anti-diskriminasi

















