Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Prabowo Kumpulkan Ekonom Senior di Istana, Bahas Ancaman Krisis Global hingga Rupiah Melemah

29
×

Prabowo Kumpulkan Ekonom Senior di Istana, Bahas Ancaman Krisis Global hingga Rupiah Melemah

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Kanan) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Kiri) menggelar keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Kanan) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Kiri) menggelar keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026
Example 468x60

Presiden Prabowo Minta Jajaran Ekonomi Perkuat Stabilitas Keuangan Nasional di Tengah Tekanan Global dan Gejolak Rupiah

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ekonom senior ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (22/5/2026), guna membahas dinamika ekonomi global dan langkah antisipasi menghadapi potensi tekanan ekonomi nasional.

Pertemuan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh ekonomi berpengalaman, di antaranya mantan Gubernur Bank Indonesia periode 2003–2008 Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Lukita Dinarsyah Tuwo, hingga mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Diskusi berlangsung tertutup dan fokus membahas pengalaman Indonesia menghadapi berbagai krisis ekonomi besar di masa lalu, mulai dari krisis moneter 1998, lonjakan harga minyak dunia, inflasi tinggi, hingga tekanan nilai tukar rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan para ekonom senior memberikan banyak catatan penting berdasarkan pengalaman menghadapi krisis ekonomi nasional maupun global.

“Dalam pertemuan tersebut mereka menyampaikan beberapa catatan yang terjadi. Mereka mengatakan kalau di masa lalu inflasi kita di periode sekitar 17 persen,” ujar Airlangga usai pertemuan di Istana Kepresidenan.

Airlangga menjelaskan Indonesia pernah mengalami tekanan ekonomi berat akibat lonjakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh 140 dolar AS per barel pada 2005. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap inflasi dan nilai tukar rupiah.

“Pernah terjadi perubahan nilai kurs akibat krisis minyak di tahun 2005. Di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar, ada pada waktu itu penyesuaian harga sehingga inflasinya bisa naik ke 27 persen,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih relatif terkendali dibanding periode krisis sebelumnya. Fundamental ekonomi nasional disebut lebih kuat dengan tingkat depresiasi rupiah yang masih dalam batas aman.

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 tercatat mencapai 5,61 persen.

“Kalau kita cek dengan konteks hari ini relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen. Jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” tegas Airlangga.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga memberikan arahan kepada jajaran kementerian ekonomi, khususnya Kementerian Keuangan, untuk terus memantau regulasi dan memperkuat stabilitas sektor keuangan nasional.

Pemerintah diminta menjaga prinsip kehati-hatian perbankan serta mengkaji penguatan permodalan bank nasional guna menghadapi tekanan global yang berpotensi meningkat sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Purbaya, mengaku mendapat instruksi langsung dari Presiden untuk mempelajari berbagai masukan dari para ekonom senior.

“Sharing pengetahuan bagaimana waktu mengalami krisis 2007–2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa, saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari,” kata Purbaya.

Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah juga mengungkap telah menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Presiden Prabowo terkait langkah antisipasi ekonomi ke depan. Namun ia belum bersedia membeberkan detail usulan tersebut.

“Ada umum sekali tadi yang saya usulkan. Tapi bapak Presiden meminta Menteri Keuangan tadi untuk mencoba memikirkan hal-hal yang saya pikirkan itu ke depan,” ujar Burhanuddin.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan para ekonom senior dengan Presiden Prabowo dinilai menjadi sinyal serius pemerintah dalam mengantisipasi gejolak ekonomi global sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Presiden Prabowo mengundang ekonom senior ke Istana Merdeka.
  • Pertemuan membahas ancaman tekanan ekonomi global dan stabilitas rupiah.
  • Hadir Burhanuddin Abdullah, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Paskah Suzetta.
  • Ekonom senior membagikan pengalaman menghadapi krisis ekonomi masa lalu.
  • Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat.
  • Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen.
  • Presiden meminta penguatan sektor keuangan dan kehati-hatian perbankan.
  • Purbaya diminta mempelajari masukan strategis dari para ekonom.
  • Burhanuddin Abdullah mengaku memberi usulan khusus kepada Presiden.