Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Inggris Geger! Radio Ternama Tak Sengaja Umumkan Raja Charles III Meninggal Dunia, Siaran Langsung Langsung Kacau

33
×

Inggris Geger! Radio Ternama Tak Sengaja Umumkan Raja Charles III Meninggal Dunia, Siaran Langsung Langsung Kacau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Radio Inggris Tak Sengaja Siarkan Prosedur Kematian Raja Charles III

LONDON | Sentrapos.co.id — Publik Inggris dibuat geger setelah Stasiun Radio Caroline di Essex secara tidak sengaja menyiarkan pengumuman bahwa Raja Charles III meninggal dunia pada Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.

Kabar tersebut langsung memicu kebingungan dan kepanikan di kalangan pendengar sebelum pihak radio akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Manajemen Radio Caroline mengakui bahwa pengumuman itu muncul akibat kesalahan teknis di studio utama mereka.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pihak radio menegaskan bahwa Raja Charles III dalam kondisi baik dan saat insiden terjadi sedang menjalani agenda kunjungan resmi bersama Ratu Camilla di Irlandia Utara.

Sub Judul: Kesalahan Sistem Aktifkan Prosedur Darurat Kematian Raja

Manajer Radio Caroline, Peter Moore, menjelaskan bahwa sistem komputer studio secara tidak sengaja mengaktifkan prosedur khusus kematian raja yang memang telah disiapkan seluruh stasiun radio di Inggris sebagai bagian dari protokol nasional.

“Karena kesalahan komputer di studio utama kami, prosedur kematian raja secara tak sengaja diaktifkan dan secara keliru mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja telah meninggal dunia,” ujar Peter Moore dikutip Sky News.

Menurut Moore, setelah prosedur darurat tersebut aktif, siaran radio sempat mendadak terdiam sebagaimana protokol resmi yang berlaku jika kabar kematian raja benar-benar terjadi.

Situasi itu membuat pihak radio harus segera melanjutkan siaran dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada publik.

“Kami memohon maaf kepada Yang Mulia Raja dan kepada para pendengar kami atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” lanjut Moore.

Insiden tersebut langsung menjadi perhatian luas di media sosial Inggris. Banyak warga mengaku sempat terkejut dan panik karena pengumuman itu terdengar resmi seperti prosedur nasional saat anggota kerajaan wafat.

Saat kabar keliru tersebut tersebar, Raja Charles III dan Ratu Camilla diketahui sedang berada di Irlandia Utara dalam agenda kunjungan selama tiga hari.

Dalam lawatan itu, Charles dijadwalkan menghadiri pertunjukan musik rakyat, mengunjungi kawasan Titanic Quarter di Belfast, hingga mencicipi wiski khas Irlandia Utara.

Raja Charles III juga sempat terlihat menyapa dan berbincang dengan warga saat mengunjungi Kota Newcastle.

Insiden ini kembali menunjukkan betapa sensitifnya isu terkait keluarga Kerajaan Inggris, terutama sejak Raja Charles III naik takhta menggantikan Ratu Elizabeth II yang wafat pada September 2022.

Charles resmi dinobatkan sebagai Raja Inggris pada Mei 2023 dalam upacara penobatan besar di Westminster Abbey, London.

Meski hanya disebabkan kesalahan teknis, pengumuman keliru tersebut memicu diskusi luas soal kesiapan media Inggris dalam menjalankan protokol kerajaan yang sangat sensitif.

“Kesalahan kecil dalam sistem siaran ternyata cukup untuk membuat publik Inggris panik dalam hitungan menit.”

Kini, Radio Caroline memastikan telah melakukan evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa kembali terulang di masa mendatang. (*)


Poin Utama Berita

  • Radio Caroline di Essex tanpa sengaja mengumumkan Raja Charles III meninggal dunia.
  • Kesalahan terjadi akibat sistem komputer studio mengaktifkan prosedur darurat kerajaan.
  • Pihak radio langsung meminta maaf secara resmi kepada Raja Charles III dan pendengar.
  • Siaran radio sempat terdiam sesuai protokol kematian anggota kerajaan Inggris.
  • Raja Charles III sebenarnya sedang menjalani kunjungan resmi di Irlandia Utara.
  • Insiden memicu kepanikan dan perhatian besar di media sosial Inggris.
  • Charles dan Camilla dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda budaya di Belfast.
  • Raja Charles III naik takhta setelah wafatnya Ratu Elizabeth II pada 2022.
  • Pengumuman keliru ini menyoroti sensitifnya protokol kerajaan Inggris.
  • Radio Caroline melakukan evaluasi internal untuk mencegah kesalahan serupa.