Teater Jiwa Jakarta Hadirkan Monolog “Di Balik Langit Gaza: Dr. Yumna” dalam Tur Empat Kota
SURABAYA | Sentrapos.co.id — Teater Jiwa Jakarta tengah mempersiapkan pementasan monolog bertajuk “Di Balik Langit Gaza: Dr. Yumna” yang akan melakukan tur pertunjukan ke empat kota besar di Indonesia, yakni Surabaya, Palu, Jakarta, dan Solo sepanjang Juli hingga November 2026.
Pementasan yang ditulis sekaligus disutradarai Adipatilawe tersebut mengangkat kisah emosional seorang dokter perempuan di Gaza yang bertahan hidup di tengah perang, kehilangan keluarga, dan runtuhnya fasilitas kesehatan akibat konflik berkepanjangan di Palestina.
Berbeda dari pertunjukan teater konvensional, monolog ini dibangun melalui ruang sunyi, atmosfer gelap, serta kekuatan emosi aktor tunggal yang tampil di atas panggung.
Sub Judul: Monolog Sunyi yang Membawa Luka Gaza ke Atas Panggung
Pementasan ini digarap secara kolaboratif bersama Adara Relief International sebagai mitra kemanusiaan yang mendukung penuh produksi pertunjukan.
Kolaborasi tersebut disebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan perspektif kemanusiaan yang lebih mendalam kepada publik melalui medium seni pertunjukan.
“Ini bukan sekadar pertunjukan tentang perang. Ini tentang manusia yang perlahan kehilangan rumah, keluarga, bahkan rasa aman, tetapi masih mencoba bertahan hidup,” ujar sutradara Adipatilawe.
Dalam produksi ini, Teater Jiwa Jakarta menghadirkan tata artistik minimalis dengan dominasi pencahayaan redup, lanskap reruntuhan simbolik, dan komposisi bunyi atmosferik yang dirancang menciptakan suasana mencekam sekaligus intim.
Pendekatan tersebut sengaja dipilih agar perhatian penonton terfokus pada luka psikologis tokoh utama bernama Dr. Yumna.
“Yang kami hadirkan bukan ledakan perang secara visual, melainkan ledakan batin manusia. Kesunyian dalam pertunjukan ini justru menjadi suara paling keras,” lanjut Adipatilawe.
Pemeran tunggal Firly RJ mengaku proses pendalaman karakter menjadi tantangan terbesar selama latihan. Ia harus membangun emosi panjang seorang perempuan yang hidup di tengah kehilangan tanpa jatuh pada dramatisasi berlebihan.
Menurut Firly, karakter Dr. Yumna bukan sosok yang terus menangis, melainkan perempuan yang tetap berusaha bertahan meski berada dalam situasi penuh kehancuran.
“Kadang penderitaan tidak selalu hadir lewat teriakan. Kami banyak bermain dengan tatapan, napas, dan diam,” kata Firly RJ.
Secara artistik, pertunjukan ini menampilkan visual bernuansa gelap dengan dominasi warna hitam, merah, dan jingga yang menggambarkan langit terbakar di wilayah konflik.
Karya “Di Balik Langit Gaza” sejatinya lahir dari rahim Adara Relief International dan pertama kali dipentaskan dalam Palestine Festival 2 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Desember 2025.
Kala itu, pertunjukan melibatkan sejumlah aktor ternama Indonesia seperti David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, Cholidi Asadil Alam, Nadya Angelina, hingga para pemain cilik dan mendapat sambutan luas dari publik.
Kini, semangat karya tersebut kembali dihidupkan dalam format monolog melalui karakter Dr. Yumna bersama Teater Jiwa Jakarta.
Direktur Utama Adara Relief International, Ir. Maryam Rachmayani, mengatakan seni memiliki kekuatan besar dalam membangun empati publik terhadap tragedi kemanusiaan.
“Melalui teater, masyarakat diajak melihat sisi manusiawi dari tragedi Gaza — tentang ibu yang kehilangan anaknya, tenaga medis yang tetap bertahan, dan harapan yang masih hidup meski dunia terasa runtuh,” ujar Maryam.
Ia menilai pertunjukan ini bukan sekadar karya seni, melainkan ruang refleksi kemanusiaan di tengah derasnya arus informasi dan angka korban perang yang sering kehilangan sisi emosionalnya.
Adipatilawe menegaskan bahwa karya tersebut bukan propaganda politik, melainkan upaya menghadirkan empati melalui seni pertunjukan.
“Kami ingin penonton pulang bukan hanya mengingat cerita Gaza, tetapi juga mempertanyakan kembali rasa kemanusiaan dalam dirinya.”
Tur monolog “Di Balik Langit Gaza: Dr. Yumna” akan dibuka di Kota Surabaya pada 4 Juli 2026 sebelum melanjutkan pertunjukan ke Palu, Jakarta, dan Solo. (Ags)
Poin Utama Berita
- Teater Jiwa Jakarta akan menggelar tur monolog “Di Balik Langit Gaza: Dr. Yumna”.
- Tur berlangsung di Surabaya, Palu, Jakarta, dan Solo sepanjang 2026.
- Monolog mengangkat kisah dokter perempuan Gaza yang bertahan di tengah perang.
- Pementasan digarap Adipatilawe bersama Adara Relief International.
- Pertunjukan menggunakan pendekatan artistik minimalis dan atmosfer sunyi.
- Firly RJ menjadi pemeran tunggal karakter Dr. Yumna.
- Tata artistik menghadirkan nuansa gelap dan simbol reruntuhan perang.
- Karya ini merupakan pengembangan dari Palestine Festival 2 di TIM Jakarta.
- Adara Relief menilai seni mampu membangun empati kemanusiaan lebih kuat.
- Pertunjukan disebut bukan propaganda politik, tetapi refleksi kemanusiaan.

















