Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Video Aktivis Gaza Dipaksa Berlutut Gegerkan Dunia, Netanyahu Murka ke Menteri Radikal Israel

42
×

Video Aktivis Gaza Dipaksa Berlutut Gegerkan Dunia, Netanyahu Murka ke Menteri Radikal Israel

Sebarkan artikel ini
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunggah video penyiksaan aktivis Global Sumud Flotilla (Foto: Handout)
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengunggah video penyiksaan aktivis Global Sumud Flotilla (Foto: Handout)
Example 468x60

Rekaman kontroversial Itamar Ben Gvir soal penahanan aktivis Global Sumud Flotilla picu kecaman internasional dan sorotan tajam terhadap Israel

TEL AVIV | Sentrapos.co.id – Dunia internasional kembali dibuat geger setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengunggah video kontroversial yang memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi terhadap para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).

Dalam video yang diunggah melalui platform X pada Rabu (20/5/2026), tampak ratusan aktivis internasional dipaksa berlutut dengan tangan terikat ke belakang, sementara dahi mereka menempel ke lantai.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Video tersebut langsung memicu gelombang kecaman global karena dianggap memperlihatkan bentuk penghinaan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

“Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dikutip Kamis (21/5/2026).

Netanyahu juga menegaskan bahwa tindakan Ben Gvir mengunggah video tersebut tidak mencerminkan nilai dan norma Israel.


Video “Selamat Datang di Israel” Picu Kontroversi Besar

Video yang dibagikan Ben Gvir diberi caption “Selamat Datang di Israel” dan diiringi lagu kebangsaan Israel sebagai latar belakang.

Tak hanya itu, dalam rekaman tersebut Ben Gvir juga terlihat mengibarkan bendera Israel sambil mencemooh para aktivis yang ditahan di fasilitas pelabuhan Ashdod.

Aksi tersebut menuai kritik tajam, termasuk dari pejabat internal Israel sendiri.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyebut tindakan Ben Gvir justru memperburuk citra Israel di mata dunia internasional.

“Ben Gvir sengaja merugikan Israel dengan menyebarkan tayangan yang mempermalukan negara,” tulis Gideon Saar dalam unggahannya di X.

Namun Ben Gvir membalas kritik tersebut dengan nada menantang dan menyatakan dirinya bangga atas tindakan yang dilakukan aparat keamanan Israel.

“Saya bangga menjadi menteri yang bertanggung jawab atas organisasi-organisasi yang beroperasi melawan para pendukung teror,” kata Ben Gvir di parlemen Knesset.

Ia bahkan mengisyaratkan akan ada lebih banyak video serupa yang dipublikasikan ke publik.


Ratusan Aktivis Global Sumud Flotilla Ditahan Israel

Global Sumud Flotilla merupakan misi kemanusiaan internasional yang berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut.

Sekitar 50 kapal GSF berlayar dari Turki pekan lalu dengan membawa ratusan aktivis dari lebih 30 negara untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Namun armada tersebut dicegat pasukan Israel dalam operasi pada Senin dan Selasa lalu.

Otoritas Israel menyebut total 430 aktivis kini ditahan dan sebagian besar telah dipindahkan ke pelabuhan Ashdod.

Sebelumnya, laporan juga menyebut terdapat sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam rombongan aktivis Global Sumud Flotilla tersebut.


Kecaman Internasional Menguat

Beredarnya video penahanan para aktivis memicu reaksi keras dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan komunitas internasional.

Banyak pihak menilai perlakuan terhadap para aktivis sipil tersebut melanggar prinsip kemanusiaan dan memperburuk krisis diplomatik di tengah memanasnya konflik Gaza.

Pengamat hubungan internasional menilai video yang diunggah Ben Gvir menjadi salah satu insiden paling kontroversial dalam operasi keamanan Israel tahun ini.

“Publikasi video semacam ini berpotensi memperburuk tekanan global terhadap Israel,” ujar pengamat Timur Tengah.

Selain memicu kecaman, sejumlah aktivis GSF dilaporkan mulai melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penahanan mereka.

Situasi ini diperkirakan akan semakin meningkatkan tekanan internasional terhadap pemerintah Israel dalam beberapa hari ke depan.


Konflik Internal Pemerintah Israel Mulai Terlihat

Kontroversi video tersebut juga memperlihatkan adanya ketegangan internal di pemerintahan Israel.

Netanyahu secara terbuka mengambil jarak dari tindakan Ben Gvir demi meredam kemarahan dunia internasional.

Sementara Ben Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan radikal, justru semakin agresif mempertahankan langkahnya.

Perbedaan sikap ini memunculkan spekulasi mengenai potensi konflik politik internal di tengah tekanan global terhadap Israel terkait perang Gaza dan isu kemanusiaan. (*)


Poin Utama Berita

  • Menteri Israel Itamar Ben Gvir unggah video kontroversial penahanan aktivis GSF.
  • Aktivis tampak dipaksa berlutut dengan tangan terikat.
  • Video memicu kecaman internasional terkait dugaan pelanggaran HAM.
  • Netanyahu memerintahkan deportasi cepat para aktivis.
  • Gideon Saar mengkritik Ben Gvir karena mempermalukan Israel.
  • Ben Gvir membela tindakannya dan mengaku bangga.
  • Total 430 aktivis Global Sumud Flotilla ditahan Israel.
  • Misi kemanusiaan GSF berupaya menembus blokade Gaza.
  • Sejumlah WNI dilaporkan ikut dalam rombongan aktivis.
  • Kontroversi ini memperlihatkan ketegangan internal pemerintahan Israel.