Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Selat Hormuz Lumpuh Total! Kapal Nyaris Tak Bergerak, Iran vs AS Memanas, Dunia Waspada Krisis Energi

41
×

Selat Hormuz Lumpuh Total! Kapal Nyaris Tak Bergerak, Iran vs AS Memanas, Dunia Waspada Krisis Energi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HORMUZ | Sentrapos.co.id — Lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan hampir sepenuhnya terhenti di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi ini memicu kekhawatiran global terhadap potensi krisis energi dan gangguan rantai pasok minyak dunia.

Berdasarkan laporan Bloomberg, jalur vital penghubung Teluk Persia dengan pasar global itu kini nyaris kosong dari aktivitas kapal besar.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa hingga Minggu pagi (26/4/2026), hanya satu kapal kargo kecil yang terlihat meninggalkan kawasan tersebut. Sementara itu, hanya satu kapal tanker kecil yang bergerak masuk ke arah sebaliknya.


Ketegangan Memuncak, Jalur Minyak Dunia Terancam

Ketegangan meningkat setelah insiden militer dalam sepekan terakhir, termasuk penembakan oleh kapal perang Iran dan pencegatan kapal oleh militer AS.

“Iran telah menawarkan banyak hal, tetapi tidak cukup,” ujar Donald Trump, dikutip dari Bloomberg.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan.

“Kami tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman. Kepercayaan tidak akan terbangun tanpa menghentikan tindakan permusuhan,” tegasnya.


Perundingan Mandek, Dunia Kian Cemas

Upaya diplomasi antara kedua negara kembali menemui jalan buntu setelah pembatalan kunjungan utusan utama AS ke Islamabad, Pakistan.

Kondisi ini memperburuk ketidakpastian global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar sepertiga minyak dunia.


Kapal Tanker Menumpuk, Ekspor Minyak Terhenti

Meski Iran terus mengisi kapal tanker dengan jutaan barel minyak mentah, distribusi tidak dapat dilakukan.

Citra satelit menunjukkan antrean kapal tanker super di sekitar Pulau Kharg, termasuk:

  • 2 kapal tanker besar di terminal utama
  • Sedikitnya 19 kapal lain menunggu di perairan sekitar

Kapal-kapal lain juga terlihat berkumpul di dekat Chabahar, dekat perbatasan Pakistan, akibat pembatasan pergerakan oleh Angkatan Laut AS.


Tekanan Global: Sanksi dan Intersepsi

Amerika Serikat meningkatkan tekanan dengan mencegat kapal-kapal terkait Iran, termasuk kapal M/V Sevan di Laut Arab.

Selain itu, Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan energi besar China, Hengli Petrochemical, atas pembelian minyak dari Iran.

Langkah ini mempertegas strategi AS untuk mengisolasi ekspor minyak Iran di pasar global.


Pergerakan Kapal Nyaris Nol

Sejak Sabtu pagi, aktivitas pelayaran sangat terbatas, hanya melibatkan:

  • 3 kapal tanker minyak kecil
  • 1 kapal tanker LPG kecil
  • 2 kapal curah
  • 2 kapal kargo kecil

Sebagian besar kapal kini memilih berlabuh di sekitar Oman atau menyusuri jalur alternatif dengan risiko tinggi.


Ancaman Nyata Bagi Ekonomi Global

Mandeknya lalu lintas di Selat Hormuz menjadi sinyal serius bagi pasar energi global.

Jika konflik terus berlanjut, dampaknya diperkirakan akan meluas ke:

  • Lonjakan harga minyak dunia
  • Gangguan distribusi energi global
  • Tekanan pada ekonomi negara importir

Situasi ini kini menjadi perhatian utama komunitas internasional yang mendesak deeskalasi konflik secepat mungkin. (*)


Poin Utama Berita

  • Selat Hormuz hampir lumpuh total, kapal nyaris tidak bergerak
  • Ketegangan Iran vs AS memicu krisis jalur minyak dunia
  • Perundingan damai kembali gagal
  • Trump dan Presiden Iran saling sindir keras
  • Kapal tanker menumpuk, ekspor minyak Iran terhambat
  • AS tingkatkan sanksi dan intersepsi kapal
  • Aktivitas pelayaran turun drastis
  • Ancaman krisis energi global semakin nyata
error: Content is protected !!