JAKARTA | Sentrapos.co.id — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Reshuffle yang disebut sebagai yang kelima sejak awal pemerintahan ini dijadwalkan berlangsung di Istana Negara pada Senin (27/4/2026).
Sejumlah nama baru dikabarkan akan masuk ke dalam kabinet, sementara beberapa pejabat lainnya mengalami pergeseran posisi strategis di lingkaran pemerintahan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tokoh buruh Jumhur Hidayat menjadi salah satu nama yang akan dilantik sebagai menteri.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea.
“Betul. Sudah tahu sejak minggu lalu,” ujar Andi Gani saat dikonfirmasi.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi langsung dengan Jumhur terkait masuknya ke dalam kabinet.
“Bung Jumhur sudah berdiskusi dengan saya sejak Minggu lalu. Ini kehormatan bagi gerakan buruh,” tegasnya.
Pergeseran Posisi Strategis
Selain masuknya nama baru, reshuffle kali ini juga diwarnai dengan rotasi jabatan penting. Salah satunya adalah M Qodari yang dikabarkan akan bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom).
Saat dimintai konfirmasi, Qodari menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.
“Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden,” ujarnya.
Daftar Nama yang Diisukan Masuk dan Bergeser
Sejumlah nama yang beredar dalam reshuffle kabinet kali ini antara lain:
- Dudung Abdurachman — Kepala KSP
- M Qodari — Kepala Bakom
- Hasan Nasbi — Utusan Khusus Presiden bidang Komunikasi
- Abdul Kadir Karding — Kepala Badan Karantina (Barantin)
- Jumhur Hidayat — Menteri Lingkungan Hidup
Momentum Konsolidasi Pemerintahan
Reshuffle ini dinilai sebagai langkah strategis Presiden dalam memperkuat kinerja kabinet serta menjawab dinamika politik dan kebutuhan nasional.
Masuknya unsur tokoh buruh juga dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memperluas representasi dan memperkuat komunikasi dengan kelompok pekerja.
Pengamat menilai, perombakan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari konsolidasi kekuasaan dan peningkatan efektivitas pemerintahan ke depan. (*)
Poin Utama Berita
- Prabowo lakukan reshuffle kabinet ke-5
- Pelantikan digelar di Istana Negara Jakarta
- Jumhur Hidayat disebut masuk sebagai menteri
- Andi Gani konfirmasi kabar reshuffle
- M Qodari dikabarkan bergeser posisi
- Sejumlah nama baru masuk kabinet
- Reshuffle jadi strategi penguatan pemerintahan
- Tokoh buruh masuk kabinet, sinyal politik kuat

















