Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Stok Beras RI Tembus Rekor 4,9 Juta Ton, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Ancaman El Nino dan Krisis Global

31
×

Stok Beras RI Tembus Rekor 4,9 Juta Ton, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Ancaman El Nino dan Krisis Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,9 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan dinilai sebagai langkah strategis menghadapi ancaman El Nino serta krisis global.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan dunia saat ini tengah menghadapi tiga krisis besar yang saling berkaitan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Sekarang kondisi global ada tiga krisis yang dihadapi dunia, yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” tegas Amran di Surabaya, Minggu (19/4/2026).

Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Amran menyebut, stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini mencapai titik tertinggi sejak Indonesia berdiri.

“Stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia, 4,9 juta ton dan segera menyentuh 5 juta ton,” ujarnya.

Peningkatan signifikan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

“El Nino sudah kita hitung. Kita punya pengalaman dan sudah siapkan lebih awal,” tambahnya.

Lonjakan Stok 221 Persen, Pasokan Diyakini Aman

Bapanas mencatat stok CBP meningkat hingga 221,7 persen dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023, yang saat itu hanya berada di level 1,52 juta ton.

Lonjakan ini memperkuat keyakinan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Pemerintah bahkan membuka akses transparansi kepada publik untuk memantau langsung stok beras di gudang Bulog.

Klaim Swasembada, Impor Turun Tajam

Pemerintah juga mengklaim keberhasilan menekan impor beras sejak 2025. Berdasarkan laporan United States Department of Agriculture (USDA), impor beras Indonesia turun drastis hingga 3,8 juta ton pada 2025—penurunan terbesar dibandingkan 79 negara lainnya.

Di sisi lain, negara seperti Filipina dan Vietnam masih tercatat sebagai pengimpor beras dalam skala besar.

“Pangan kita aman. Indonesia sudah swasembada beras,” tegas Amran.

Indikator Petani Menguat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) tanpa perikanan stabil di atas 120 sejak Juli 2024. Bahkan sempat menyentuh angka 126,11 pada Desember 2025 dan Februari 2026.

Sementara itu, indeks harga yang diterima petani padi juga konsisten berada di atas 130 sejak pertengahan 2024, dengan capaian 144,52 pada Maret 2026.

Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis global. (*)


Poin Utama Berita

  • Stok beras nasional capai 4,9 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah
  • Pemerintah siapkan cadangan untuk hadapi El Nino hingga 6 bulan
  • Dunia hadapi tiga krisis: pangan, energi, dan air
  • Stok beras naik 221,7 persen dibanding 2023
  • Impor beras Indonesia turun drastis 3,8 juta ton
  • Pemerintah klaim Indonesia telah swasembada beras
  • Nilai Tukar Petani stabil, indikator kesejahteraan meningkat