Tim Pengawas Haji DPR RI menemukan kendala distribusi obat dan layanan kesehatan di sektor pemondokan jemaah Indonesia di Arab Saudi. Meski pelayanan dinilai membaik dibanding tahun sebelumnya, DPR meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat dan fasilitas kesehatan lebih optimal pada musim haji mendatang.
JAKARTA | Sentrapos.co.id – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI kembali menyoroti persoalan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Samsurijal, mengungkapkan masih ditemukan sejumlah kendala dalam distribusi obat dan pelayanan kesehatan di sektor pemondokan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
Menurut Cucun, pemerintah sebenarnya telah membuka layanan satelit kesehatan di setiap pemondokan jemaah untuk menangani kondisi darurat sebelum pasien dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Arab Saudi guna mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji.
Namun demikian, persoalan distribusi obat dan ketersediaan layanan kesehatan di sektor satelit masih menjadi perhatian serius DPR.
“Namun, kita masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan obat dan distribusi ke setiap sektor, distribusi ke setiap satelit yang ada,” ujar Cucun Ahmad Samsurijal di Mekkah, Kamis (21/5/2026).
Cucun menjelaskan, layanan satelit kesehatan di pemondokan banyak mengandalkan tenaga dokter kloter yang melekat pada masing-masing daerah asal jemaah.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh jemaah Indonesia.
DPR Minta Pelayanan Haji Tahun Depan Diperbaiki
Temuan tersebut, kata Cucun, akan menjadi catatan penting bagi Timwas Haji DPR untuk evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun berikutnya.
Apalagi, pelayanan kesehatan haji ke depan akan berada di bawah koordinasi Kementerian Haji yang baru dibentuk pemerintah.
“Kita ingin pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat itu betul-betul maksimal,” tegas Cucun.
Meski masih menemukan sejumlah kendala, DPR menilai pelayanan kesehatan haji tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan musim haji sebelumnya.
Menurut Cucun, peningkatan tersebut terlihat dari kesiapan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan penuh selama 24 jam kepada jemaah yang membutuhkan bantuan medis.
Selain itu, kesadaran jemaah untuk rutin memeriksa kondisi kesehatan juga dinilai semakin baik.
Kesadaran Jemaah Dinilai Meningkat
Cucun menyebut minimnya kasus gangguan kesehatan berat pada jemaah Indonesia menjadi salah satu indikator membaiknya pelayanan kesehatan haji tahun ini.
Ia mengapresiasi kesadaran jemaah yang aktif memeriksa tekanan darah dan kondisi kesehatannya secara berkala di pusat layanan kesehatan sektor.
“Kesadaran jemaah untuk terus memeriksakan dirinya, mengontrol tensi, dan kondisi kesehatan setiap hari di pusat pelayanan kesehatan sektor itu terus berjalan,” katanya.
Timwas Haji DPR berharap pemerintah dapat menjadikan persoalan distribusi obat dan penguatan layanan kesehatan sebagai prioritas utama dalam evaluasi penyelenggaraan haji mendatang.
Pelayanan kesehatan yang cepat, merata, dan didukung distribusi obat yang optimal dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. (*)
Poin Utama Berita
- Timwas Haji DPR menemukan kendala distribusi obat bagi jemaah haji
- Layanan kesehatan satelit di pemondokan jemaah masih menghadapi hambatan
- Pemerintah telah bekerja sama dengan rumah sakit swasta di Saudi
- Pelayanan kesehatan haji dinilai mengalami perbaikan dibanding tahun sebelumnya
- Tenaga kesehatan disebut melayani jemaah selama 24 jam penuh
- DPR meminta pelayanan kesehatan haji tahun depan lebih maksimal
- Kesadaran jemaah memeriksa kesehatan dinilai meningkat
- Evaluasi pelayanan kesehatan akan menjadi catatan penting Timwas Haji DPR
- Ketersediaan obat dan layanan kesehatan menjadi perhatian utama DPR

















