JAKARTA | Sentrapos.co.id – Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) berhasil menggagalkan berbagai kasus penyelundupan selama 17 bulan terakhir. Operasi laut yang digelar sepanjang 2025 hingga Mei 2026 itu disebut berhasil menyelamatkan kerugian negara hingga mencapai triliunan rupiah.
Pemerintah menegaskan penindakan difokuskan pada penyelundupan sumber daya alam strategis dan narkotika yang dinilai mengancam keamanan nasional serta masa depan generasi bangsa.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, mengungkapkan nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan selama 2025 mencapai Rp14,75 triliun.
Sementara pada lima bulan pertama tahun 2026, nilai penyelamatan kerugian negara mencapai sekitar Rp112,9 miliar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI AL atas berbagai upaya pengamanan. Namun, jangan cepat puas dengan capaian tersebut,” ujar Djamari Chaniago dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Penyelundupan SDA dan Narkoba Jadi Fokus Operasi
Menurut Djamari, Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam memiliki ancaman besar terhadap praktik penyelundupan lintas negara.
Karena itu, pemerintah menegaskan negara harus hadir menjaga kekayaan nasional agar tidak jatuh ke tangan kelompok tertentu yang merugikan rakyat.
“TNI Angkatan Laut hadir menjaga sumber daya bangsa dari kepentingan pribadi. Kekayaan negara harus dinikmati masyarakat Indonesia sendiri,” tegasnya.
Selain penyelundupan sumber daya alam, operasi pengamanan laut juga difokuskan untuk menggagalkan masuknya narkotika ke wilayah Indonesia.
Pemerintah menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam melindungi jutaan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Jutaan Jiwa Disebut Terselamatkan
Pemerintah mencatat, sepanjang 2025 operasi penggagalan penyelundupan narkotika berhasil menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, sekitar 6.715 jiwa disebut berhasil diselamatkan melalui berbagai operasi penindakan di wilayah laut Indonesia.
Menurut Djamari, capaian tersebut menjadi pesan tegas bagi pelaku kejahatan lintas negara bahwa pemerintah serius menjaga keamanan nasional.
Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, mengatakan keberhasilan operasi tidak lepas dari kolaborasi lintas instansi.
Sinergi tersebut melibatkan Bea Cukai, Polri, pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat di wilayah pesisir.
“Keberhasilan ini terbangun melalui kerja sama lintas instansi dan masyarakat. Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan operasi serta penindakan tegas,” ujar Denih.
Dua Truk Pasir Timah Ilegal Diamankan
Dalam pengungkapan terbaru, aparat berhasil menggagalkan pengiriman pasir timah ilegal menuju luar negeri.
Petugas mengamankan dua truk yang membawa sekitar 16 ton pasir timah ilegal dalam operasi tersebut.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa penyelundupan sumber daya alam masih menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional.
Pemerintah memastikan pengawasan laut dan penindakan terhadap kejahatan lintas negara akan terus diperkuat demi menjaga kedaulatan dan kekayaan Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- Koarmada RI menggagalkan berbagai kasus penyelundupan selama 17 bulan
- Kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,75 triliun
- Operasi fokus pada penyelundupan SDA dan narkotika
- Pemerintah menyebut jutaan jiwa terselamatkan dari ancaman narkoba
- Menko Polkam apresiasi kinerja TNI AL dalam menjaga keamanan laut
- Sinergi TNI AL, Bea Cukai, Polri, dan masyarakat jadi kunci keberhasilan
- Dua truk bermuatan 16 ton pasir timah ilegal berhasil diamankan
- Pemerintah tegaskan perang terhadap kejahatan lintas negara terus diperkuat

















