ISLAMABAD | Sentrapos.co.id — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran guna memberi waktu bagi Teheran menyusun proposal negosiasi. Namun di saat yang sama, tekanan militer tetap ditingkatkan dengan melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Keputusan tersebut diumumkan Trump pada Selasa (21/4/2026), menyusul desakan dari Pakistan sebagai mediator dalam konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
“Saya telah menginstruksikan militer untuk melanjutkan blokade dan tetap siaga penuh. Gencatan senjata diperpanjang sampai proposal Iran diajukan,” tegas Trump.
Meski masa perpanjangan belum diumumkan secara rinci, Pakistan mengindikasikan tenggat awal gencatan senjata akan berakhir pada Selasa pukul 23.50 GMT.
Sementara itu, Gedung Putih memastikan bahwa Wakil Presiden JD Vance menunda kunjungan ke Pakistan hingga Iran benar-benar mengajukan proposal resmi.
“Informasi lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan kemudian,” ujar pejabat Gedung Putih.
Di Islamabad, pengamanan diperketat. Aparat kepolisian dan militer bersenjata lengkap disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan sekitar Hotel Serena yang disebut-sebut menjadi lokasi potensial lanjutan perundingan damai Iran-AS.
Di tengah upaya diplomasi, ketegangan justru meningkat. Iran melontarkan ancaman keras terhadap negara-negara Teluk yang dianggap berpotensi membantu Amerika Serikat dalam serangan militer.
Komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, menegaskan bahwa fasilitas minyak negara-negara tetangga bisa menjadi target jika digunakan untuk kepentingan militer AS.
“Jika wilayah dan fasilitas mereka digunakan untuk menyerang Iran, maka mereka harus siap kehilangan produksi minyak di Timur Tengah.”
Sejak putaran pertama negosiasi di Islamabad, kedua pihak justru saling meningkatkan tekanan. Amerika Serikat memberlakukan blokade pelabuhan Iran, sementara Teheran merespons dengan menutup Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi global.
Situasi diperparah dengan saling tuding pelanggaran gencatan senjata antara kedua negara, yang semakin memperbesar risiko konflik terbuka di kawasan strategis dunia tersebut.
Perpanjangan gencatan senjata ini dinilai sebagai langkah krusial, namun rapuh. Dunia kini menanti apakah jalur diplomasi mampu meredam eskalasi, atau justru menjadi jeda sebelum konflik yang lebih besar meletus. (*)
Poin Utama Berita
- Trump perpanjang gencatan senjata dengan Iran
- Blokade pelabuhan Iran tetap diberlakukan
- Pakistan berperan sebagai mediator utama
- Iran ancam serang fasilitas minyak negara Teluk
- Ketegangan meningkat meski proses negosiasi berlangsung

















