SUMEDANG | Sentrapos.co.id – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV kejadian viral di media sosial.
Korban berinisial GCR (20) diduga dilindas oleh seorang pria bermotor saat berusaha menyelamatkan diri dari dugaan aksi pembegalan bersenjata tajam di Gang Mawar 5, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor.
Peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa malam (12/5/2026) itu memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di kawasan pendidikan Jatinangor.
Korban Diduga Ditodong Pisau
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian dan keterangan pihak Universitas Padjadjaran, kejadian bermula saat korban selesai makan dan hendak kembali ke tempat kost.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba diadang seorang pria yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban agar tetap diam.
“Pelaku mengeluarkan pisau lalu menodongkan kepada korban sambil meminta korban diam,” ujar Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya.
Merasa takut, korban kemudian berusaha melarikan diri. Namun saat berlari, korban tersandung dan jatuh tertelungkup di gang sempit tersebut.
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, pelaku terlihat tetap melaju hingga melindas tubuh korban sebelum melarikan diri menuju jalan utama.
Korban Alami Luka dan Trauma
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di kedua lutut dan kedua lengan.
Korban sempat mendapat penanganan awal di fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Unpad untuk observasi lebih lanjut.
Pihak kampus menyebut korban masih mengalami trauma berat akibat insiden tersebut.
“Korban sampai kemarin masih trauma, jadi belum bisa banyak memberikan keterangan,” kata AKP Awang.
Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswi aktif Universitas Padjadjaran.
Menurut Dandi, berdasarkan penuturan korban dan saksi mata, kejadian tersebut diduga kuat mengarah pada upaya pembegalan.
“Arahnya begal, kemungkinan pelaku mengincar handphone atau harta korban,” jelas Dandi.
Polisi Buru Pelaku
Polres Sumedang saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku.
Petugas telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan tengah menyisir rekaman CCTV tambahan di sekitar lokasi kejadian.
“Sampai saat ini identitas pelaku masih dalam proses identifikasi oleh Satreskrim Polres Sumedang,” ujar AKP Awang.
Polisi juga menegaskan bahwa rekaman CCTV yang beredar saat ini baru memperlihatkan momen korban terjatuh dan dilindas pelaku.
Karena itu, penyidik masih mendalami apakah terdapat unsur pengancaman, percobaan pencurian, maupun tindak pidana lainnya sebelum kejadian tersebut.
Unpad Beri Pendampingan dan Bantuan Medis
Universitas Padjadjaran memastikan pihak kampus memberikan pendampingan penuh kepada korban, baik secara medis maupun hukum.
Korban dijemput langsung oleh Direktorat Kemahasiswaan Unpad untuk mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Sakit Unpad setelah ditemukan luka tambahan di bagian paha.
“Jika tidak dicover BPJS, biaya pengobatan akan ditanggung dana kemahasiswaan Unpad,” ujar Dandi.
Selain pendampingan kesehatan, pihak kampus juga membantu proses hukum korban hingga akhirnya laporan resmi berhasil dibuat ke kepolisian.
Polisi Imbau Masyarakat Waspada
Polres Sumedang mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa di kawasan Jatinangor, agar lebih waspada saat beraktivitas pada malam hari.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan tindakan mencurigakan atau tindak kriminal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)
Poin Utama Berita
- Mahasiswi Unpad diduga dilindas pemotor di Jatinangor, Sumedang
- Rekaman CCTV kejadian viral di media sosial
- Korban diduga ditodong pisau sebelum berusaha melarikan diri
- Pelaku diduga hendak melakukan aksi begal
- Korban mengalami luka lecet di lutut dan lengan serta trauma
- Polres Sumedang masih memburu identitas pelaku
- Unpad memberikan pendampingan medis dan hukum kepada korban
- Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan

















