Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Terbongkar! WN China Produksi Vape Narkoba di Apartemen Jakut, Omzet Capai Puluhan Juta

29
×

Terbongkar! WN China Produksi Vape Narkoba di Apartemen Jakut, Omzet Capai Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Foto Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro. (ANTARA) Mario Sofia Nasution
Foto Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro. (ANTARA) Mario Sofia Nasution
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kasus penyekapan remaja berinisial AAW (17) di sebuah apartemen di Jakarta Utara membuka fakta mengejutkan. Polisi menemukan praktik produksi vape berisi narkoba jenis etomidate yang dijalankan oleh warga negara (WN) China berinisial CH (50).

Pengungkapan tersebut dilakukan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara setelah melakukan pengembangan dari kasus penyekapan yang sebelumnya viral.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputro, mengatakan tersangka CH memproduksi vape narkoba secara rumahan atau home industry di apartemen kawasan Jakarta Utara.

“Pengakuan tersangka, bahan yang dia pesan berasal dari luar negeri, yakni dari China,” ujar AKBP Ari Galang Saputro, Kamis (7/5/2026).

Omzet Puluhan Juta Rupiah

Polisi menyebut bisnis ilegal vape etomidate tersebut menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah dalam satu kali transaksi.

Meski demikian, aparat masih melakukan pendalaman terkait total keuntungan yang diperoleh tersangka karena sebagian barang belum sempat diedarkan.

“Kalau omzet per bulan masih kami kalkulasi karena masih ada beberapa barang yang belum diedarkan,” jelas Galang.

Terbongkar dari Kasus Penyekapan Remaja

Kasus ini awalnya terungkap saat polisi menyelidiki laporan penyekapan remaja AAW di sebuah apartemen di Jakarta Utara.

Saat penggerebekan dilakukan, polisi menemukan sejumlah vape mengandung etomidate di lokasi tempat korban disekap bersama tersangka.

“Awalnya dari kasus penyekapan itu. Di situ ditemukan barang bukti sejumlah vape etomidate,” kata Galang.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian melakukan penggeledahan ke lokasi kedua di apartemen kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan cartridge kosong, timbangan hingga alat suntik yang diduga digunakan dalam proses produksi vape narkoba.

Apartemen Ancol Jadi Lokasi Produksi

Penyelidikan berlanjut hingga polisi menggerebek lokasi ketiga di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Di apartemen tersebut, aparat menemukan ratusan vape etomidate siap edar lengkap dengan bahan baku dan alat produksi.

“TKP ketiga inilah yang menjadi tempat produksinya,” tegas Galang.

Polisi menyita ratusan cartridge vape yang telah dikemas untuk diedarkan, enam bungkus bahan baku diduga narkotika etomidate, serta berbagai alat produksi.

“Kami menemukan ratusan vape etomidate siap edar dan alat produksi yang digunakan tersangka untuk memasukkan cairan ke cartridge vape,” ujarnya.

Polisi Dalami Jaringan Internasional

Hingga kini, Polres Metro Jakarta Utara masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok bahan baku narkoba dari luar negeri.

Pemeriksaan sementara menunjukkan tersangka CH memperoleh bahan utama etomidate melalui pemesanan dari China.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian serius aparat karena penggunaan vape sebagai media peredaran narkoba dinilai semakin marak dan menyasar kalangan muda.

Polisi mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap peredaran vape ilegal yang dapat mengandung zat berbahaya maupun narkotika. (*)


Poin Utama Berita

  • Polisi mengungkap home industry vape narkoba di apartemen Jakarta Utara.
  • Tersangka merupakan WN China berinisial CH (50).
  • Kasus terbongkar dari penyelidikan penyekapan remaja AAW (17).
  • Polisi menemukan ratusan vape etomidate siap edar.
  • Bahan baku narkoba diduga didatangkan langsung dari China.
  • Lokasi produksi berada di apartemen kawasan Ancol.
  • Polisi menyita alat produksi, cartridge kosong, dan bahan baku.
  • Omzet bisnis vape narkoba disebut mencapai puluhan juta rupiah.