MALANG | Sentrapos.co.id — Kasus viral dugaan pengeroyokan dan perusakan terhadap rombongan wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Kabupaten Malang, memasuki babak baru. Sebanyak 31 wisatawan yang sebelumnya diamankan polisi dinyatakan positif narkotika dan kini direkomendasikan menjalani rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur.
Keputusan rehabilitasi itu diambil setelah Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNN Jawa Timur melakukan pemeriksaan terhadap para wisatawan tersebut.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengatakan seluruh proses asesmen dilakukan di bawah pengawalan langsung Satresnarkoba Polres Malang.
“Hasil Tim Asesmen Terpadu, yaitu rehabilitasi. Sehingga mereka semuanya direhab oleh BNN Provinsi Jawa Timur,” ujar AKP Bambang Subinanjar, Kamis (7/5/2026).
Menurut Bambang, sebanyak 31 orang yang hasil tes urinenya positif narkotika telah dibawa ke BNN Provinsi Jawa Timur sejak Rabu malam untuk menjalani asesmen lebih lanjut.
Proses pendampingan bahkan dilakukan langsung oleh Kasatresnarkoba Polres Malang.
Sebelumnya, rombongan wisatawan asal Surabaya itu menjadi sorotan setelah viral video dugaan pengeroyokan dan perusakan kendaraan di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa dini hari (5/5/2026) dan memicu perhatian luas publik di media sosial.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan urine terhadap 69 orang dalam rombongan wisatawan, sebanyak 31 orang terindikasi positif narkotika.
“Dari hasil tes urine, 31 orang terindikasi positif narkotika dengan rincian 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang positif keduanya,” ungkap AKBP Taat.
Polisi menyebut pemeriksaan dilakukan sebagai langkah lanjutan pasca insiden sekaligus memastikan kondisi seluruh rombongan wisatawan yang terlibat.
Sementara itu, 38 orang lainnya yang dinyatakan negatif narkoba telah dipulangkan menggunakan bus milik BPBD Kota Surabaya.
Di sisi lain, Polres Malang masih terus menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di lokasi wisata tersebut.
Hingga Kamis (7/5/2026), sebanyak 24 saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap identitas para pelaku.
“Saat ini masih proses pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti untuk mengungkap identitas terduga pelaku,” kata Bambang.
Pihak kepolisian menyebut belum ada pelaku yang diamankan hingga saat ini.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan rombongan wisatawan asal Surabaya diduga diserang sekelompok massa yang disebut terkait suporter sepak bola.
Dalam video viral tersebut tampak kendaraan rombongan mengalami kerusakan, kaca pecah, hingga coretan bernada umpatan.
Sejumlah wisatawan juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Belakangan muncul video lain yang disebut memperlihatkan rombongan wisatawan menyanyikan lagu bernada provokatif terhadap Arema FC dan Aremania.
Narasi itu diduga menjadi pemicu kemarahan massa hingga terjadi aksi sweeping dan perusakan di area penginapan wisatawan.
Meski demikian, polisi menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan fakta sebenarnya di balik peristiwa yang viral tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Sebanyak 31 wisatawan asal Surabaya positif narkoba.
- BNN Jawa Timur merekomendasikan seluruhnya menjalani rehabilitasi.
- Hasil tes urine menunjukkan 21 orang positif ganja, 6 sabu, dan 4 keduanya.
- Polisi mengawal langsung proses asesmen di BNN Jatim.
- Kasus bermula dari insiden viral di Pantai Wediawu Malang.
- Rombongan wisatawan diduga menjadi korban pengeroyokan dan perusakan.
- Hingga kini 24 saksi telah diperiksa polisi.
- Polisi masih memburu pelaku pengeroyokan dan perusakan.
- Video viral menunjukkan kendaraan wisatawan dirusak massa.
- Dugaan lagu provokatif disebut menjadi pemicu keributan.

















