Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWASOSIAL POLITIK

Pernyataan Aboe Bakar soal Ulama-Pesantren & Narkoba di Madura Picu Polemik, MKD DPR Turun Tangan

91
×

Pernyataan Aboe Bakar soal Ulama-Pesantren & Narkoba di Madura Picu Polemik, MKD DPR Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pernyataan anggota DPR RI Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, yang menyinggung dugaan keterlibatan ulama dan pondok pesantren dalam pusaran narkoba di Madura memicu sorotan luas publik.

Ucapan tersebut disampaikan dalam forum resmi saat rapat bersama Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti polemik tersebut, Mahkamah Kehormatan Dewan resmi menjadwalkan pemanggilan terhadap Aboe Bakar untuk dimintai klarifikasi.

Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (14/4/2026) pukul 10.00 WIB di ruang sidang MKD DPR, Kompleks Parlemen, Senayan.

Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, memastikan undangan telah dikirimkan kepada yang bersangkutan.

“Besok MKD DPR akan memanggil Aboe Bakar atas pernyataannya tentang narkoba di Madura,” ujar Nazaruddin, Senin (13/4/2026).

“Undangan sudah dikirimkan kepada Saudara Aboe Bakar,” tegasnya.

Pernyataan di Forum Resmi DPR

Dalam rapat tersebut, Aboe Bakar awalnya menekankan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memberantas narkotika.

Namun, pernyataannya terkait Madura menjadi perhatian karena menyinggung dugaan keterlibatan ulama dan pesantren.

“Saya kaget, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika. Pesantren juga, ini ada apa? Ada cuan di situ,” ucap Aboe Bakar.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bersifat tuduhan langsung, melainkan dorongan agar dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Kekhawatiran Jaringan Besar

Aboe Bakar juga mengungkap kekhawatirannya terkait kemungkinan adanya pihak-pihak besar yang bermain di balik peredaran narkotika.

“Saya khawatir yang bermain ini yang punya posisi-posisi atau pebisnis besar,” ungkapnya.

Menurutnya, keuntungan besar dalam bisnis haram tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong keterlibatan berbagai pihak.

Sorotan terhadap Wilayah Pesisir

Selain itu, ia juga menyoroti wilayah perbatasan dan pesisir sebagai jalur rawan distribusi narkoba yang perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.

“Daerah perbatasan dan pinggiran laut menjadi pusat perjalanan narkotika,” ujarnya.

MKD Dalami Aspek Etika

Pemanggilan oleh MKD DPR bertujuan untuk mendalami aspek etika atas pernyataan yang disampaikan dalam forum resmi, sekaligus mengukur dampaknya terhadap masyarakat dan institusi keagamaan.

Hingga berita ini diturunkan, Aboe Bakar belum memberikan tanggapan resmi terkait pemanggilan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut isu sensitif yang berpotensi menimbulkan polemik luas, khususnya terkait citra ulama dan lembaga pesantren di Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Pernyataan Aboe Bakar soal ulama dan pesantren picu polemik
  • MKD DPR panggil Aboe Bakar untuk klarifikasi
  • Pernyataan disampaikan dalam rapat resmi dengan Kepala BNN
  • Isu narkoba di Madura menjadi sorotan nasional
  • Dugaan adanya jaringan besar di balik peredaran narkotika
  • Wilayah pesisir disebut rawan jalur distribusi narkoba
  • MKD dalami aspek etika dan dampak pernyataan