JAKARTA | Sentrapos.co.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memberikan sejumlah catatan strategis terhadap langkah pemerintah yang aktif menjangkau anak jalanan untuk dijadikan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR).
Atalia menilai program tersebut merupakan terobosan penting dalam menghadirkan negara di tengah kelompok rentan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada tahap pendataan dan rekrutmen semata.
“Langkah jemput bola ke titik-titik anak jalanan adalah bentuk kehadiran negara yang nyata. Tetapi yang lebih penting adalah memastikan proses ini tidak berhenti pada pendataan dan rekrutmen awal, melainkan berlanjut pada pendampingan yang berkelanjutan,” tegas Atalia, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar pendidikan di Indonesia saat ini adalah tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih mencapai ratusan ribu jiwa, terutama di wilayah padat perkotaan dan kantong kemiskinan.
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa anak jalanan menjadi kelompok paling rentan karena menghadapi hambatan ekonomi, sosial, hingga minimnya perlindungan keluarga.
Atalia menekankan sedikitnya empat aspek penting yang harus diperkuat dalam implementasi program Sekolah Rakyat agar tidak bersifat sementara.
Pertama, integrasi data dan validasi lapangan harus diperkuat melalui standar operasional yang jelas dan melibatkan pemerintah daerah, RT/RW, serta pekerja sosial.
Kedua, intervensi berbasis keluarga perlu diperluas, mengingat sebagian besar anak jalanan bekerja karena tekanan ekonomi keluarga, bukan pilihan pribadi.
Ketiga, keberlanjutan pendidikan harus dipastikan melalui pendampingan psikososial dan kurikulum adaptif agar anak tidak kembali putus sekolah.
Keempat, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi masyarakat sipil harus diperkuat.
Sementara itu, Kementerian Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat telah menjangkau puluhan anak jalanan di Jakarta sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan.
Program ini disebut sebagai bentuk implementasi langsung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjangkau anak putus sekolah dan anak rentan pendidikan. (*)
Poin Utama Berita
- Atalia Praratya mendorong penguatan sistem Program Sekolah Rakyat agar tidak parsial
- Program harus fokus pada pendampingan berkelanjutan, bukan hanya rekrutmen
- Data ATS di Indonesia masih tinggi, terutama di wilayah perkotaan
- Anak jalanan masuk kategori kelompok rentan secara ekonomi dan sosial
- Dibutuhkan integrasi data, intervensi keluarga, dan kurikulum adaptif
- Kolaborasi lintas kementerian dan pemda menjadi kunci keberhasilan
- Kemensos telah menjangkau puluhan anak jalanan di Jakarta

















