JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam acara Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional Partai Golkar 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Dalam pidatonya, Bahlil menilai perdebatan terkait identitas seperti suku, ras, dan asal daerah sudah tidak relevan di era modern saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk fokus pada nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Di era modernisasi seperti sekarang, apa artinya kita berdebat tentang suku dan asal daerah? Bukan zamannya lagi,” tegas Bahlil.
Ia menekankan bahwa nilai utama yang harus dijunjung adalah saling mengasihi sesama manusia, sebagaimana diajarkan dalam nilai-nilai keagamaan.
“Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama umat manusia,” ujarnya.
Bahlil juga menyinggung sejarah lahirnya Partai Golkar yang menurutnya dibangun dari keberagaman latar belakang organisasi, termasuk kontribusi kelompok berbasis keagamaan.
Menurutnya, sejak awal berdiri, Golkar tidak pernah membedakan suku, agama, maupun asal daerah anggotanya.
“Di Golkar tidak pernah dibedakan dari mana asal, suku apa, atau agama apa. Semua bersatu untuk karya nyata,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi, khususnya di media sosial, potensi perpecahan akibat perbedaan semakin besar jika tidak disikapi dengan bijak.
“Perselisihan dan perbedaan akan terus diadu. Maka kita harus kuat menjaga persatuan,” katanya.
Bahlil kemudian mengutip semangat Sumpah Pemuda sebagai fondasi kuat persatuan bangsa Indonesia.
“Kita boleh berbeda, tapi kita sudah bersumpah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun persaudaraan.
“Kalau tidak bersaudara dalam agama, kita tetap bersaudara dalam kemanusiaan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Bahlil mengajak generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam dunia politik, tanpa melihat latar belakang identitas.
Poin Utama Berita
- Bahlil tekankan pentingnya persatuan dan toleransi di Indonesia
- Perdebatan soal suku, ras, dan asal daerah dinilai sudah tidak relevan
- Golkar disebut lahir dari keberagaman dan inklusif sejak awal
- Media sosial dinilai berpotensi memicu perpecahan jika tidak bijak
- Semangat Sumpah Pemuda jadi dasar menjaga persatuan bangsa
- Generasi muda diajak aktif berkontribusi tanpa melihat identitas

















