JAKARTA | Sentrapos.co.id — Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan peringatan serius terkait lonjakan harga sejumlah komoditas pangan strategis, khususnya bawang merah dan minyak goreng.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) kedua komoditas tersebut mengalami peningkatan signifikan pada pekan keempat April 2026.
“Bawang merah pada minggu keempat April mengalami kenaikan IPH di 227 kabupaten/kota. Minyak goreng juga meningkat di 224 kabupaten/kota,” tegas Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (27/4/2026).
Lonjakan Terus Meningkat Tiap Pekan
Data BPS menunjukkan tren kenaikan harga yang konsisten sejak awal April.
Untuk komoditas bawang merah:
- Pekan pertama: 212 daerah mengalami kenaikan
- Pekan keempat: meningkat menjadi 227 daerah
Sementara untuk minyak goreng:
- Pekan pertama: 135 daerah
- Pekan ketiga: 207 daerah
- Pekan keempat: melonjak menjadi 224 daerah
Kondisi ini menandakan tekanan inflasi pangan yang semakin meluas di berbagai wilayah Indonesia.
Harga Minyak Goreng Tembus Rp60 Ribu per Liter
Kenaikan harga minyak goreng juga terpantau cukup ekstrem di beberapa daerah, khususnya wilayah timur Indonesia.
Harga tertinggi tercatat di:
- Kabupaten Intan Jaya: Rp60.000/liter
- Kabupaten Pegunungan Bintang: Rp50.000/liter
- Kabupaten Puncak Jaya: Rp42.000/liter
Lonjakan ini terjadi pada berbagai jenis minyak goreng, mulai dari premium, MinyaKita, hingga minyak goreng curah.
“Minyak goreng mengalami kenaikan di 62,22 persen wilayah Indonesia. Ini perlu menjadi perhatian serius,” ujar Ateng.
Tekanan Inflasi Pangan Kian Nyata
Kenaikan IPH pada dua komoditas utama ini menjadi sinyal kuat adanya tekanan inflasi di sektor pangan.
Bawang merah sebagai bahan pokok rumah tangga dan minyak goreng sebagai kebutuhan utama masyarakat memiliki dampak langsung terhadap daya beli.
Jika tidak segera dikendalikan, lonjakan harga ini berpotensi memperburuk inflasi nasional dan menekan ekonomi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
BPS menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan harga.
Upaya stabilisasi seperti operasi pasar, distribusi pasokan, serta pengawasan rantai distribusi dinilai krusial untuk meredam lonjakan harga.
Kondisi ini juga menjadi alarm bagi pemangku kebijakan untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang momentum ekonomi penting di tengah tahun. (*)
Poin Utama Berita
- BPS peringatkan lonjakan harga bawang merah dan minyak goreng
- IPH naik signifikan di ratusan kabupaten/kota
- Bawang merah naik di 227 daerah
- Minyak goreng naik di 224 daerah
- Harga minyak goreng tembus Rp60 ribu/liter
- Kenaikan terjadi di 62,22 persen wilayah Indonesia
- Tekanan inflasi pangan semakin nyata
- Pemerintah diminta segera ambil langkah pengendalian

















