Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAWISATA & KULINER

Fadli Zon Peringatkan Ancaman Serius Cagar Budaya: Bencana Alam hingga Ulah Manusia Intai Warisan Bangsa

40
×

Fadli Zon Peringatkan Ancaman Serius Cagar Budaya: Bencana Alam hingga Ulah Manusia Intai Warisan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kerusakan cagar budaya akibat bencana alam menjadi ancaman nyata yang terus membayangi Indonesia. Posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap gempa bumi, letusan gunung api, hingga bencana hidrometeorologi.

Peringatan tersebut disampaikan Fadli Zon usai menghadiri seminar “Cagar Budaya Tangguh Bencana yang Berkelanjutan” di Museum Kebangkitan Nasional, Selasa (14/4/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ancaman terhadap cagar budaya bisa kita lihat nyata, bahkan pada bencana tahun lalu banyak situs yang terdampak,” tegas Fadli Zon kepada wartawan.

Ia menjelaskan, dampak bencana tidak hanya merusak bangunan bersejarah, tetapi juga situs makam hingga manuskrip kuno yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Kerusakan yang terjadi pun bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.

Perubahan Iklim Perparah Risiko

Fadli menambahkan, ancaman tersebut semakin kompleks akibat dampak perubahan iklim yang meningkatkan intensitas dan frekuensi bencana.

Selain faktor alam, ia juga menyoroti ancaman non-alam yang berasal dari aktivitas manusia, seperti pembangunan tidak terkendali, vandalisme, hingga kurangnya kesadaran terhadap pelestarian budaya.

“Persoalan bencana ini bukan hanya alam, tetapi juga non-alam. Non-alam adalah ulah manusia itu sendiri,” ujarnya.

Pentingnya Sistem Mitigasi dan Pelindungan

Menurut Fadli Zon, upaya pelindungan, pelestarian, dan pemanfaatan cagar budaya harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjaga identitas dan jati diri bangsa di tengah ancaman yang semakin meningkat.

Senada dengan itu, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, menekankan pentingnya sistem mitigasi berbasis manajemen bencana.

“Bencana kerap datang tanpa tanda, tetapi meninggalkan jejak mendalam. Yang terancam bukan hanya fisik, tetapi juga sejarah dan ingatan kolektif,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui Sistem Manajemen Bencana Cagar Budaya atau konsep “Cagar Budaya Tangguh Bencana”, langkah mitigasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan pelindungan jangka panjang.

Strategi Antisipatif Jadi Kunci

Penguatan sistem cagar budaya tangguh bencana dinilai sebagai langkah strategis agar pelindungan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan antisipatif dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap warisan budaya Indonesia tetap terjaga di tengah meningkatnya ancaman bencana di masa depan. (*)


Poin Utama Berita

  • Fadli Zon menegaskan cagar budaya Indonesia terancam bencana alam dan ulah manusia.
  • Indonesia rawan bencana karena berada di kawasan Ring of Fire.
  • Perubahan iklim meningkatkan intensitas kerusakan situs budaya.
  • Kerusakan meliputi bangunan, makam, hingga manuskrip bersejarah.
  • Ancaman non-alam seperti aktivitas manusia turut memperparah kondisi.
  • Pemerintah dorong sistem “Cagar Budaya Tangguh Bencana”.
  • Mitigasi dan pelindungan berkelanjutan jadi kunci menjaga warisan bangsa.