Peristiwa Astronomi Langka Terjadi Saat Puncak Haji 1447 H, Ka’bah Akan Tepat Berada di Bawah Matahari pada 26 Mei 2026
MEKKAH | Sentrapos.co.id – Musim haji 1447 Hijriah tahun ini dipastikan menghadirkan fenomena astronomi langka yang menjadi perhatian dunia Islam. Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, bertepatan dengan Hari Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026.
Fenomena alam tersebut membuat Ka’bah nyaris tidak memiliki bayangan karena posisi matahari berada tepat lurus di atas titik kiblat umat Islam sedunia.
Peristiwa langka ini menjadi momen istimewa bagi jutaan jemaah haji yang sedang menjalani puncak ibadah di Tanah Suci.
Menurut laporan astronomi yang dikutip dari media Timur Tengah, posisi matahari akan mencapai titik zenit Ka’bah pada siang hari waktu Arab Saudi.
“Ka’bah akan berada tepat di bawah posisi matahari sehingga bayangannya hampir tidak terlihat sama sekali,” demikian penjelasan fenomena astronomi yang dipantau otoritas Saudi.
Fenomena matahari tepat di atas Ka’bah sebenarnya terjadi dua kali setiap tahun karena letak geografis Kota Mekkah yang berada di sekitar garis lintang 21,4 derajat utara.
Namun, kejadian yang bertepatan dengan Hari Arafah merupakan momen yang sangat jarang terjadi.
Peristiwa serupa terakhir kali tercatat terjadi pada musim haji tahun 1993 dan kembali terulang pada puncak haji 2026.
Fenomena Astronomi Bukan Pertanda Cuaca Ekstrem
Para astronom menjelaskan keselarasan posisi matahari dengan Ka’bah terjadi akibat perbedaan siklus kalender Hijriah berbasis lunar dengan kalender Gregorian berbasis matahari.
Siklus tersebut membutuhkan waktu sekitar 33 tahun agar kembali sejajar pada tanggal yang sama dalam kalender Masehi.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan bahwa fenomena ini murni peristiwa astronomi rutin dan tidak selalu berkaitan dengan peningkatan suhu ekstrem di wilayah Mekkah.
“Fenomena ini merupakan observasi astronomi rutin dan tidak otomatis menyebabkan suhu panas luar biasa,” jelas otoritas meteorologi Saudi.
Badan meteorologi Saudi menyebut kondisi cuaca tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti kelembaban udara, kecepatan angin, awan, dan pergerakan massa udara.
Fenomena matahari tepat di atas Ka’bah juga kerap dimanfaatkan umat Muslim di berbagai negara untuk mengecek arah kiblat secara akurat karena bayangan benda akan menunjukkan arah berlawanan dari posisi Ka’bah.
Peristiwa langka ini diperkirakan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam musim haji 2026 dan menarik perhatian umat Islam di seluruh dunia. (*)
Poin Utama Berita
- Matahari akan tepat berada di atas Ka’bah pada Hari Arafah 26 Mei 2026.
- Fenomena membuat Ka’bah hampir tidak memiliki bayangan.
- Peristiwa astronomi langka ini terakhir terjadi pada musim haji 1993.
- Fenomena terjadi karena siklus kalender Hijriah dan Gregorian.
- Pusat Meteorologi Saudi menegaskan fenomena tidak selalu memicu panas ekstrem.
- Momen ini dapat dimanfaatkan umat Islam untuk mengecek arah kiblat.
- Fenomena menjadi perhatian dunia pada musim haji 1447 Hijriah.
- Jutaan jemaah haji diperkirakan menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

















