Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Gerakan Serentak Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Dimulai 17 April, Gubernur Pramono Anung: Berbahaya dan Rusak Ekosistem!

40
×

Gerakan Serentak Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Dimulai 17 April, Gubernur Pramono Anung: Berbahaya dan Rusak Ekosistem!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar aksi bersih-bersih kali secara serentak di lima wilayah pada Jumat (17/4/2026) pagi. Kegiatan ini difokuskan untuk memberantas ikan sapu-sapu yang dinilai merusak lingkungan, sekaligus mengangkut sampah dan sedimen di aliran sungai.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya mengganggu ekosistem, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan manusia.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ikan ini harus dikurangi karena merusak. Dari hasil uji laboratorium, kandungan logam beratnya melebihi ambang batas dan berbahaya jika dikonsumsi,” tegas Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif asal Amerika Selatan yang memiliki kemampuan bertahan hidup di kondisi air yang buruk sekalipun.

“Ikan ini bisa hidup dalam segala cuaca, termasuk dalam kondisi air yang sangat tidak sehat,” ujarnya.

Lebih jauh, ikan tersebut juga diketahui merusak struktur fisik sungai. Aktivitasnya membuat lubang di tebing dan tanggul, sehingga mempercepat kerusakan bantaran kali.

“Ikan sapu-sapu ini menghancurkan tanggul-tanggul dan tebing saat membuat sarang. Bahkan memakan ikan lokal, termasuk telurnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah melakukan penangkapan di Kali Cideng, Menteng.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyebut hasil sementara penangkapan mencapai 38 kilogram atau sekitar 41 ekor ikan sapu-sapu dari satu titik lokasi.

“Sementara baru 38 kg (41 ekor) dan dilakukan di satu titik di Cideng,” ungkapnya.

Setelah ditangkap, bangkai ikan tersebut langsung dikuburkan di bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Tanah Abang, untuk menghindari potensi penyalahgunaan.

“Lokasi penguburan dipilih secara khusus agar tidak menimbulkan dampak negatif,” tambahnya.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa gerakan ini akan terus digencarkan sebagai langkah nyata menjaga kualitas lingkungan perairan serta melindungi ekosistem lokal dari ancaman spesies invasif. (*)


Poin Utama Berita

  • Pemprov DKI Jakarta gelar aksi bersih kali serentak pada 17 April 2026
  • Target utama: pemberantasan ikan sapu-sapu dan pengangkutan sampah
  • Ikan sapu-sapu mengandung logam berat berbahaya jika dikonsumsi
  • Spesies invasif ini merusak ekosistem dan struktur tanggul sungai
  • Penangkapan awal di Kali Cideng capai 38 kg (41 ekor)
  • Bangkai ikan dikubur untuk mencegah penyalahgunaan
  • Program ini bagian dari upaya menjaga lingkungan dan kualitas air