SURABAYA | Sentrapos.co.id — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jawa Timur berlangsung khidmat, semarak, dan penuh pesan strategis bagi masa depan pendidikan nasional. Upacara yang digelar di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2026), menjadi momentum memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak langsung sebagai pembina upacara.
Prosesi berlangsung khidmat diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh tim gabungan pelajar lintas jenjang pendidikan mulai SD, SMP hingga SMA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga Ikrar Pelajar Indonesia.
Dalam amanatnya, Khofifah menegaskan bahwa berbagai capaian pendidikan Jawa Timur merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, tenaga pendidik, dunia usaha, dan masyarakat.
“Artinya kita melakukan berbagai ikhtiar dengan kerja sama dan sinergi yang luar biasa,” tegas Khofifah.
Gubernur Jatim itu mengungkapkan, selama tujuh tahun berturut-turut siswa SMA dan SMK di Jawa Timur, baik negeri maupun swasta, berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Tak hanya fokus pada prestasi akademik, Khofifah juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter generasi muda melalui penguatan kesehatan siswa, penataan sistem pembelajaran adaptif, hingga pengendalian penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
“Kita butuh pendidikan yang tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi juga merawat kemanusiaan, membentuk karakter, dan integritas,” ujar Khofifah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi insan pendidikan, Pemprov Jawa Timur memberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada tenaga pendidik yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Selain itu, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya juga diberikan kepada tokoh pendidikan, praktisi, serta mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur.
Momentum Hardiknas 2026 semakin istimewa dengan peluncuran 40 sekolah berintegritas menuju zona integritas. Program tersebut menjadi langkah konkret Pemprov Jatim dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter kuat.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan guru juga menjadi sorotan utama. Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk mengakomodasi guru non-ASN dalam formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara lebih merata.
“Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk mengakomodir guru non-ASN dalam formasi PPPK agar bisa dilakukan secara lebih merata,” tegasnya.
Rangkaian Hardiknas 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan inovatif. Mulai dari penampilan seni pelajar, pemberian santunan, apresiasi siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional, hingga konvoi kendaraan listrik karya siswa SMK.
Inovasi kendaraan listrik tersebut menjadi bukti nyata kemampuan pelajar Jawa Timur dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterampilan industri yang mendukung pengembangan energi ramah lingkungan.
Peringatan Hardiknas 2026 ini sekaligus menjadi penguat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi masa depan demi melahirkan generasi unggul Indonesia Emas 2045. (Har7/Ist)
Poin Utama Berita
- Hardiknas 2026 Jatim digelar khidmat di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
- Khofifah menegaskan pentingnya pendidikan berkarakter dan berintegritas.
- Jawa Timur mencatat 7 tahun berturut-turut siswa lolos PTN tanpa tes.
- Pemprov Jatim meluncurkan 40 sekolah berintegritas menuju zona integritas.
- Guru berprestasi menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya.
- Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya diberikan kepada tokoh pendidikan.
- Pemprov Jatim berkomitmen memperluas formasi PPPK untuk guru non-ASN.
- Hardiknas dimeriahkan konvoi kendaraan listrik karya siswa SMK.
- Pendidikan di Jatim diarahkan untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
- Khofifah menegaskan pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik.

















