JAKARTA | Sentrapos.co.id – Keberadaan ikan sapu-sapu kembali menjadi sorotan di ibu kota. Meski telah dilakukan operasi besar-besaran, ikan invasif ini masih terlihat mendominasi aliran Kali Cideng, tepatnya di kawasan Bundaran HI, Selasa (21/4/2026).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB menunjukkan ikan sapu-sapu berukuran besar masih banyak ditemukan, terutama di sisi-sisi aliran kali.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas penanganan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Operasi Besar, Hasil Ribuan Ekor
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) telah menggelar operasi penangkapan massal pada Jumat (17/4).
Operasi tersebut melibatkan 640 personel dan berhasil menangkap total 6,98 ton ikan sapu-sapu dari lima wilayah kota administrasi.
“Kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-sapu telah dilaksanakan secara serentak oleh 5 wilayah kota. Hasil tangkapan mencapai 6,98 ton,” ujar Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta.
Secara rinci, total tangkapan mencapai 68.880 ekor dengan berat hampir 7 ton.
Jakarta Selatan Dominasi Tangkapan
Wilayah Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar, dengan 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton ikan sapu-sapu.
Sementara wilayah lain seperti Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat juga turut menyumbang jumlah tangkapan dengan variasi jumlah yang signifikan.
Metode penangkapan yang digunakan meliputi jaring, jala tebar, seser, hingga penangkapan manual di sarang-sarang ikan.
Ancaman Serius bagi Ekosistem
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak keseimbangan ekosistem perairan. Kehadirannya yang masif berpotensi mengancam populasi ikan lokal serta kualitas lingkungan air.
Meski telah dilakukan dua kali operasi penangkapan, fakta di lapangan menunjukkan populasi ikan ini masih tinggi.
“Ini menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan dan strategi pengendalian yang lebih efektif,” ungkap pengamat lingkungan.
Perlu Strategi Jangka Panjang
Keberadaan ikan sapu-sapu yang masih mendominasi Kali Cideng menjadi sinyal bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara sporadis.
Diperlukan strategi jangka panjang, termasuk edukasi masyarakat, pengendalian habitat, serta monitoring berkelanjutan agar populasi ikan invasif ini tidak semakin meluas.
Jika tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin perairan kota Jakarta akan semakin terancam oleh dominasi spesies ini. (*)
Poin Utama Berita
- Ikan sapu-sapu masih mendominasi Kali Cideng di Bundaran HI
- Pemprov DKI telah menangkap 6,98 ton atau 68.880 ekor ikan
- Operasi melibatkan 640 personel di lima wilayah Jakarta
- Jakarta Selatan jadi wilayah dengan tangkapan terbesar
- Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang merusak ekosistem
- Diperlukan strategi jangka panjang untuk pengendalian populasi

















