Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Drone Serat Optik Hizbullah Bikin Israel Panik, Sistem Pertahanan Mulai Kewalahan

27
×

Drone Serat Optik Hizbullah Bikin Israel Panik, Sistem Pertahanan Mulai Kewalahan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEL AVIV | Sentrapos.co.id — Militer Israel dilaporkan masih berupaya mencari cara efektif untuk menghadapi ancaman drone canggih milik Hizbullah yang semakin aktif beroperasi di Lebanon selatan.

Kelompok Hizbullah disebut mulai menggunakan pesawat tanpa awak berbasis serat optik yang sulit dideteksi sistem pertahanan udara Israel. Teknologi baru tersebut kini menjadi tantangan serius bagi operasi militer Tel Aviv di wilayah perbatasan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Media penyiaran publik Israel, KAN, mengutip pejabat militer yang identitasnya dirahasiakan, menyebut tentara Israel telah mulai menerapkan “sistem penargetan cerdas” guna melacak dan mencegat drone Hizbullah.

Selain itu, Israel juga mendistribusikan ratusan perangkat penglihatan malam jenis “Dagger” kepada pasukan di garis depan untuk meningkatkan akurasi tembakan saat operasi malam hari.

“Drone serat optik Hizbullah kini menjadi tantangan operasional utama bagi tentara Israel di Lebanon selatan,” tulis laporan KAN.

Drone Hizbullah Sulit Dideteksi

Menurut laporan tersebut, drone berbasis serat optik milik Hizbullah memiliki kemampuan terbang rendah dan sistem komunikasi yang sulit dijangkau perangkat gangguan elektronik konvensional.

Kondisi ini membuat pasukan Israel kesulitan mendeteksi sekaligus mencegat drone yang kerap menargetkan kendaraan militer dan posisi tentara di wilayah Lebanon selatan.

Sejumlah sumber keamanan Israel menyebut ancaman drone Hizbullah meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak eskalasi konflik kawasan Timur Tengah terus memanas.

“Israel masih belum memiliki solusi efektif untuk menghadapi drone jenis baru tersebut,” ungkap laporan itu.

Netanyahu Akui Ancaman Hizbullah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengakui bahwa rudal dan drone Hizbullah kini menjadi ancaman besar bagi keamanan Israel.

Pada akhir April lalu, Netanyahu bahkan meminta para komandan militer mencari strategi baru untuk menghentikan serangan drone dan rudal yang terus berkembang.

Situasi di Lebanon selatan sendiri semakin memanas di tengah meningkatnya ketegangan regional antara Israel, Iran, dan kelompok proksi di Timur Tengah.

Pengamat militer menilai penggunaan drone serat optik menandai perubahan strategi perang modern Hizbullah yang kini mengandalkan teknologi murah namun sulit dilumpuhkan.

Konflik berkepanjangan di perbatasan Lebanon-Israel juga memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi perang regional yang lebih luas. (*)


Poin Utama Berita

  • Israel kesulitan menghadapi drone canggih Hizbullah di Lebanon selatan.
  • Hizbullah menggunakan drone berbasis serat optik yang sulit dideteksi.
  • Militer Israel mulai menerapkan sistem penargetan cerdas.
  • Pasukan Israel dibekali perangkat penglihatan malam “Dagger”.
  • Drone Hizbullah disebut sering menyerang kendaraan dan pasukan Israel.
  • Netanyahu mengakui drone dan rudal Hizbullah menjadi ancaman besar.
  • Israel masih mencari solusi efektif menghadapi teknologi drone baru Hizbullah.
  • Ketegangan kawasan Timur Tengah berpotensi memicu konflik lebih luas.