Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWASOSIAL POLITIKVIRAL

Viral Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Beri Nilai Berbeda untuk Jawaban Sama, Publik Soroti Objektivitas Penilaian

51
×

Viral Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Beri Nilai Berbeda untuk Jawaban Sama, Publik Soroti Objektivitas Penilaian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial setelah publik menyoroti keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda terhadap jawaban yang dinilai sama dari dua peserta lomba.

Peristiwa tersebut terjadi dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube resmi MPR RI dan langsung memicu perdebatan di kalangan warganet.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Polemik bermula saat pembawa acara membacakan pertanyaan rebutan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara.

Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab pertanyaan tersebut.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Grup C.

Namun, salah satu dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita, justru memberikan nilai minus lima (-5) untuk jawaban tersebut.

Pertanyaan kemudian dilempar kembali kepada peserta lain. Grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang terdengar serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Grup B.

Berbeda dari sebelumnya, Dyastasita memberikan nilai sempurna kepada Grup B.

“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10,” ujar Dyastasita.

Peserta Ajukan Protes Langsung

Keputusan tersebut langsung diprotes oleh Grup C yang merasa jawaban mereka sama dengan jawaban Grup B.

“Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama,” protes peserta Grup C.

Namun, Dyastasita menilai jawaban Grup C tidak menyebut unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada,” kata Dyastasita.

Peserta Grup C kembali menyampaikan keberatan karena merasa telah menyebut unsur DPD dalam jawaban awal mereka. Bahkan, mereka sempat meminta agar penonton dimintai pendapat terkait jawaban tersebut.

Meski demikian, dewan juri tetap mempertahankan keputusan penilaian.

Juri Sebut Artikulasi Jadi Penilaian

Dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, menjelaskan bahwa artikulasi peserta menjadi bagian penting dalam penilaian.

Menurutnya, dewan juri berhak memberikan pengurangan nilai apabila jawaban peserta tidak terdengar jelas.

“Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, maka Dewan Juri berhak memberikan nilai minus lima,” tegas Indri Wahyuni.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat Jenderal MPR RI maupun pimpinan MPR belum memberikan keterangan resmi terkait polemik penilaian yang viral di media sosial tersebut.

Video tersebut kini ramai diperbincangkan publik dan memicu perdebatan mengenai objektivitas penilaian dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan lembaga negara. (*)


Poin Utama Berita

  • Video final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI viral di media sosial.
  • Publik menyoroti penilaian berbeda terhadap jawaban yang dinilai sama.
  • Grup C SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima.
  • Grup B SMAN 1 Sambas mendapat nilai 10 untuk jawaban serupa.
  • Peserta Grup C langsung mengajukan protes kepada dewan juri.
  • Juri menyebut unsur DPD tidak terdengar jelas pada jawaban Grup C.
  • Dewan juri menegaskan artikulasi menjadi bagian penting penilaian.
  • Polemik tersebut memicu kritik publik terkait objektivitas lomba.