Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Jatim Bidik Luas Tanam 13,8 Juta Hektar di 2026, Strategi Hadapi El Nino Diperkuat

29
×

Jatim Bidik Luas Tanam 13,8 Juta Hektar di 2026, Strategi Hadapi El Nino Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan luas tanam padi pada 2026 mencapai 13,8 juta hektar. Target ambisius ini dicanangkan di tengah ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan.

Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Heru Suseno, menegaskan berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Salah satu upaya utama adalah memastikan irigasi pengairan tetap terjaga guna mengantisipasi gagal panen saat musim kemarau atau El Nino,” tegas Heru, Senin (20/4/2026).

Konsolidasi Lintas Sektor dan Optimalisasi Infrastruktur

Upaya penguatan sektor pertanian ini juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui konsolidasi lintas sektor, termasuk TNI, kehutanan, dan instansi pertanian.

Heru mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendataan dan evaluasi terhadap alat mesin pertanian (alsintan) serta infrastruktur irigasi.

“Total ada 6.997 alsintan yang kami identifikasi. Selain itu, kami juga menyiapkan perpipaan dan sistem perpompaan untuk mendukung kebutuhan air,” jelasnya.

Tambahan 3.200 Pompa dan Optimalisasi Lahan

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam pengadaan 3.200 unit pompa air pada 2026.

Selain itu, lebih dari 9.000 hektar lahan akan dioptimalkan guna meningkatkan produksi padi di wilayah Jawa Timur.

“Kami identifikasi jalur irigasi dan perpompaan yang masih berfungsi, serta melakukan perbaikan untuk mendukung kebutuhan air,” tambah Heru.

Target Realistis, Didukung Luas Tambah Tanam

Hingga 18 April 2026, luas tambah tanam (LTT) di Jawa Timur telah mencapai 760.672 hektar. Angka ini menjadi indikator positif dalam pencapaian target tahunan.

Meski demikian, Heru memperkirakan realisasi luas tanam kemungkinan berada di kisaran 13,4 juta hektar, mengacu pada capaian tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 target 13,6 juta hektar dengan realisasi 13,4 juta. Tahun ini kita optimistis bisa mendekati target,” ujarnya.

10 Daerah Lumbung Padi Jadi Prioritas

Pemprov Jatim juga menetapkan 10 kabupaten sebagai lumbung padi utama yang akan mendapatkan perhatian khusus, yakni Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Jember, Kabupaten Madiun, Tuban, Banyuwangi, Jombang, Ponorogo, dan Nganjuk.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada stabilitas pasokan beras nasional di tengah ancaman perubahan iklim global. (*)


Poin Utama Berita

  • Jatim targetkan luas tanam padi 13,8 juta hektar tahun 2026
  • Strategi antisipasi El Nino diperkuat melalui perbaikan irigasi
  • 6.997 alsintan dioptimalkan untuk dukung produksi
  • Tambahan 3.200 pompa air dari Kementerian Pertanian
  • LTT capai 760.672 hektar hingga April 2026
  • 10 kabupaten lumbung padi jadi prioritas penguatan