Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Eksperimen Petasan Berujung Ledakan di Kediri: 3 Bocah SD Terluka, Polisi Bongkar Bahan Berbahaya dari TikTok Shop

41
×

Eksperimen Petasan Berujung Ledakan di Kediri: 3 Bocah SD Terluka, Polisi Bongkar Bahan Berbahaya dari TikTok Shop

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KEDIRI | Sentrapos.co.id — Insiden mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tiga anak sekolah dasar (SD) mengalami luka akibat ledakan saat bereksperimen merakit petasan dari bahan yang diduga dibeli secara daring melalui platform media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Bendorejo, Desa Tawang, Kecamatan Wates, pada Sabtu (25/4/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Ledakan sempat mengejutkan warga sekitar hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapolsek Wates, AKP Agus Sudarjanto, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga terkait suara ledakan.

“Awalnya ada laporan warga soal suara ledakan. Setelah ditelusuri, mengarah ke rumah warga dan ditemukan adanya korban,” ujar AKP Agus, Senin (27/4/2026).

Eksperimen Berbahaya dari Bahan Daring

Dari hasil penyelidikan awal, ketiga anak tersebut diduga merakit petasan secara mandiri menggunakan bahan kimia yang dibeli melalui platform online, termasuk TikTok Shop.

Polisi menyebut terdapat beberapa bahan berbahaya yang digunakan, seperti kalium klorat (KCL), benzoat, sulfur, dan nitrat. Bahan tersebut dicampur dalam wadah plastik kecil sebelum dilakukan uji coba.

“Mereka merakit sendiri. Bahannya dibeli online, ada beberapa jenis seperti KCL, benzoat, sulfur, dan nitrat,” jelas Agus.

Eksperimen awal sempat menghasilkan percikan api. Namun situasi berubah ketika anak-anak tersebut menambahkan bubuk mesiu ke dalam campuran. Percikan api diduga langsung menyambar bahan tersebut hingga memicu ledakan.

Korban Alami Luka Bakar

Akibat ledakan tersebut, satu anak mengalami luka bakar cukup serius di bagian tangan kiri dan ketiak, sementara dua anak lainnya berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Korban mengalami luka bakar di tangan kiri dan ketiak kiri. Saat ini mendapatkan perawatan medis,” tambah Agus.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pihak kepolisian menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan serius terkait bahaya bahan peledak.

Polisi Amankan Barang Bukti

Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa bahan kimia yang digunakan untuk merakit petasan. Mengingat pelaku masih di bawah umur, penanganan kasus ini diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.

Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama dalam mengakses dan membeli bahan berbahaya melalui platform digital.

Ancaman Nyata di Era Digital

Kasus ini menyoroti fenomena baru di era digital, di mana anak-anak dengan mudah mengakses bahan berbahaya secara online tanpa pengawasan yang memadai.

Selain berpotensi melukai diri sendiri, tindakan tersebut juga dapat membahayakan lingkungan sekitar jika tidak ditangani dengan serius. (*)


Poin Utama Berita

  • 3 bocah SD di Kediri terluka akibat ledakan petasan rakitan
  • Bahan petasan dibeli secara online melalui TikTok Shop
  • Polisi temukan campuran bahan kimia berbahaya (KCL, sulfur, nitrat)
  • Satu korban mengalami luka bakar serius
  • Kasus ditangani Unit PPA karena pelaku masih anak-anak
  • Polisi ingatkan bahaya eksperimen bahan peledak di kalangan anak
error: Content is protected !!