JAKARTA | Sentrapos.co.id – Mahkamah Kehormatan Dewan akan memanggil anggota DPR RI Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, terkait pernyataannya mengenai dugaan keterlibatan ulama dan pesantren dalam pusaran narkoba di Madura.
Pemanggilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (14/4/2026) pukul 10.00 WIB di ruang sidang MKD DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, membenarkan agenda pemanggilan tersebut.
“Besok MKD DPR akan memanggil Aboe Bakar atas pernyataannya tentang narkoba di Madura,” ujar Nazaruddin.
Undangan resmi telah dikirimkan kepada yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan yang menuai polemik di ruang publik.
Pernyataan Kontroversial di Rapat DPR
Pernyataan Aboe Bakar sebelumnya disampaikan dalam rapat bersama Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, pada Selasa (7/4/2026).
Dalam forum tersebut, Aboe Bakar menyoroti pentingnya sinergi antara BNN, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba.
Namun, pernyataannya terkait Madura memicu perhatian luas.
“Saya kaget, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika. Pesantren juga, ini ada apa? Ada cuan di situ,” ujar Aboe Bakar dalam rapat.
Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bermaksud menuduh secara tendensius, melainkan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap potensi penyimpangan yang perlu ditelusuri.
MKD Dalami Etika dan Dampak Pernyataan
Pemanggilan oleh MKD DPR bertujuan untuk mendalami aspek etika serta dampak dari pernyataan tersebut terhadap institusi keagamaan dan masyarakat luas.
Sebagai lembaga yang mengawasi perilaku anggota dewan, MKD memiliki kewenangan untuk melakukan klarifikasi dan penilaian atas dugaan pelanggaran etik.
“Undangan sudah dikirimkan kepada Saudara Aboe Bakar,” tegas Nazaruddin.
Sorotan Publik dan Sensitivitas Isu
Pernyataan terkait ulama dan pesantren dinilai sebagai isu sensitif yang berpotensi menimbulkan polemik, terutama di wilayah Madura yang dikenal kuat dengan tradisi keislaman dan pendidikan pesantren.
Sejumlah pihak menilai perlu adanya klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau stigma terhadap lembaga keagamaan.
Penegasan Pentingnya Pemberantasan Narkoba
Di sisi lain, Aboe Bakar juga menekankan bahwa peredaran narkoba kerap memanfaatkan wilayah perbatasan dan jalur laut sebagai akses distribusi.
Ia meminta aparat penegak hukum lebih serius mengawasi wilayah-wilayah rawan tersebut.
“Daerah perbatasan dan pinggiran laut sering menjadi pusat pergerakan narkotika,” ungkapnya.
Pemanggilan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjaga marwah lembaga legislatif serta kepercayaan publik. (*)
Poin Utama Berita
- MKD DPR memanggil Aboe Bakar terkait pernyataan narkoba di Madura
- Pernyataan soal ulama dan pesantren picu polemik publik
- Pemanggilan dijadwalkan di DPR pada 14 April 2026
- Pernyataan disampaikan saat rapat dengan Kepala BNN
- MKD dalami aspek etika dan dampak pernyataan
- Isu dinilai sensitif dan berpotensi menimbulkan stigma
- Aboe Bakar tekankan pentingnya sinergi pemberantasan narkoba

















