Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Pemprov DKI Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono: Populasi Sudah Mengancam Ekosistem Jakarta

51
×

Pemprov DKI Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono: Populasi Sudah Mengancam Ekosistem Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menangkap total 6,98 ton ikan sapu-sapu dalam operasi serentak di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/4/2026). Operasi ini melibatkan 640 personel guna mengendalikan populasi ikan invasif yang dinilai semakin mengancam ekosistem perairan ibu kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak sejak pagi hari.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilaksanakan serentak di lima wilayah kota pada Jumat pagi. Total tangkapan mencapai 6,98 ton,” ujarnya.

Secara rinci, total tangkapan mencapai 68.880 ekor atau setara 6.979,5 kilogram. Wilayah Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton, yang ditangkap di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa.

Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 4.128 ekor (825,5 kg), Jakarta Pusat 536 ekor (565 kg), Jakarta Utara 545 ekor (271 kg), dan Jakarta Barat 71 ekor (17 kg).

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan berbagai metode penangkapan, mulai dari jaring, jala tebar, seser, hingga penangkapan manual di sarang-sarang ikan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut meninjau langsung operasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia menegaskan bahwa dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta sudah berada pada level mengkhawatirkan.

“Ikan sapu-sapu kini mendominasi perairan Jakarta. Berdasarkan kajian KKP, lebih dari 60 persen populasinya ada di wilayah ini,” tegas Pramono.

Menurutnya, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang berdampak serius terhadap keseimbangan ekosistem. Selain memangsa telur ikan lokal, spesies ini juga merusak habitat dengan cara menggerogoti dinding perairan saat membuat sarang.

Lebih jauh, Pramono mengingatkan potensi bahaya jika ikan tersebut dikonsumsi manusia.

“Kadar residu pada ikan ini dilaporkan sudah melebihi ambang batas aman. Jika dikonsumsi, berpotensi membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Operasi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan sekaligus melindungi keberlangsungan ikan lokal dari ancaman spesies invasif.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga ekosistem perairan dengan tidak melepasliarkan spesies asing ke lingkungan alami. (*)


Poin Utama Berita

  • Pemprov DKI tangkap 6,98 ton ikan sapu-sapu
  • Operasi melibatkan 640 personel di 5 wilayah Jakarta
  • Total tangkapan mencapai 68.880 ekor
  • Jakarta Selatan penyumbang terbesar (5,3 ton)
  • Ikan sapu-sapu dinilai invasif dan merusak ekosistem
  • Pramono: lebih dari 60% populasi ada di Jakarta
  • Berpotensi berbahaya jika dikonsumsi karena residu tinggi