Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Demak, 95 Dilarikan ke RS! SPPG Klaim Sudah Sesuai SOP

17
×

Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Demak, 95 Dilarikan ke RS! SPPG Klaim Sudah Sesuai SOP

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DEMAK | Sentrapos.co.id — Ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/4/2026), dengan menu makanan yang disajikan berupa nasi goreng, telur ceplok, tahu goreng, acar timun wortel, buah jeruk, serta susu.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin, mengungkapkan bahwa dari total 550 porsi yang didistribusikan ke empat sekolah, sebanyak 110 santri mengalami gejala keracunan, dan 95 di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Dari 550 porsi yang dibagikan, ada sekitar 110 anak yang mengalami gejala seperti sakit perut dan mulas. Sebanyak 95 di antaranya dibawa ke rumah sakit,” ujar Muzani, Minggu (19/4/2026).

Empat sekolah terdampak tersebut meliputi MA dan MTs Yasua, serta SMPS IT dan MA Hidayatul Mubtadiin di wilayah Pilangwetan.

Namun demikian, Muzani menegaskan bahwa tidak semua penerima MBG mengalami dampak serupa. Distribusi di Desa Prigi dan Desa Solowire sebelumnya dilaporkan tidak menimbulkan keluhan.

“Pengiriman tahap pertama dan kedua tidak ada masalah. Keluhan hanya muncul pada distribusi tahap terakhir di wilayah Pilangwetan,” jelasnya.

SPPG Klaim Sudah Penuhi SOP

Meski insiden ini terjadi, pihak SPPG menyatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Muzani menyebut dapur MBG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Secara SOP sudah dipenuhi semua. Sertifikat SLHS dan IPAL juga sudah ada sebelum operasional,” tegasnya.

Ia juga memaparkan alur produksi makanan, mulai dari penerimaan bahan baku pada sore hari, proses pengolahan hingga dini hari, hingga distribusi dalam tiga tahap pengiriman.

Namun hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih belum dapat dipastikan dan tengah dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Mungkin ada faktor lain yang belum diketahui,” pungkasnya.

Dapur MBG Dipolisikan, Penyelidikan Berjalan

Sebagai tindak lanjut, lokasi dapur MBG di Pilangwetan kini telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Aparat bersama instansi terkait juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta meminta keterangan sejumlah pihak.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan. (*)


Poin Utama Berita

  • 110 santri diduga keracunan makanan MBG di Demak
  • 95 korban harus dirawat di rumah sakit
  • Menu MBG berupa nasi goreng, telur, tahu, acar, buah, dan susu
  • Distribusi tahap akhir diduga menjadi sumber masalah
  • SPPG klaim sudah jalankan SOP dan punya sertifikat resmi
  • Penyebab keracunan masih dalam penyelidikan
  • Dapur MBG telah dipasang garis polisi