Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAH | REGIONALPERISTIWA

Semburan Lumpur dan Api dari Sumur Bor di Aceh Utara Bakar 1 Hektare Kebun Sawit, Warga Masih Mengungsi

37
×

Semburan Lumpur dan Api dari Sumur Bor di Aceh Utara Bakar 1 Hektare Kebun Sawit, Warga Masih Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Api Masih Menyala di Dua Titik, Tiga Rumah Rusak dan Puluhan Warga Belum Berani Kembali ke Permukiman

ACEH UTARA | Sentrapos.co.id – Semburan lumpur bercampur api dari lokasi pengeboran sumur bor di Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, terus menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar.

Sedikitnya satu hektare lahan sawit dilaporkan terbakar akibat kobaran api yang muncul dari dalam tanah sejak beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kepala Desa (Keuchik) Blang Reubek, Zulkarnaini, mengatakan hingga Senin (25/5/2026), api masih terlihat menyala di dua titik meski intensitasnya mulai mengecil dibanding sebelumnya.

“Kerusakan lahan sawit akibat semburan itu sudah dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Utara,” ujar Zulkarnaini melalui sambungan telepon.

Selain membakar kebun sawit, semburan lumpur dan api juga menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap rumah akibat semburan lumpur panas dan material dari titik ledakan.

“Untuk tiga rumah itu sudah mendapat bantuan seng untuk rehabilitasi atap rumah akibat semburan lumpur,” jelas Zulkarnaini.

Pihak PT Pema Global Energi (PGE) selaku kontraktor pengeboran minyak dan gas di kawasan tersebut disebut masih melakukan pengecekan rutin dua kali sehari guna memantau perkembangan semburan dan kondisi api.

80 Warga Sempat Mengungsi, Sebagian Mulai Pulang

Peristiwa ini sebelumnya memaksa sekitar 80 jiwa mengungsi demi menghindari risiko kebakaran dan paparan gas dari lokasi sumur.

Namun menjelang Hari Raya Idul Adha, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing meski situasi belum sepenuhnya aman.

“Dari 80 jiwa pengungsi, tiga rumah sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Sisanya masih bertahan di rumah keluarganya,” kata Zulkarnaini.

Peristiwa bermula saat warga melakukan pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih. Namun ketika pengeboran mencapai kedalaman sekitar 90 meter, tiba-tiba muncul semburan lumpur disertai kobaran api dari dalam tanah.

Kobaran api bahkan disebut sempat mencapai ketinggian lebih dari 50 meter pada Jumat (22/5/2026), membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri.

Saat ini aparat desa bersama masyarakat telah memasang pembatas dan larangan mendekati area semburan demi mencegah hal-hal yang membahayakan keselamatan warga.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan permanen agar api dapat dipadamkan dan situasi kembali normal. (*)


Poin Utama Berita

  • Semburan lumpur dan api dari sumur bor terjadi di Aceh Utara.
  • Sekitar satu hektare kebun sawit terbakar akibat kobaran api.
  • Api masih menyala di dua titik hingga Senin malam.
  • Tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan.
  • Sebanyak 80 jiwa sempat mengungsi dari lokasi kejadian.
  • Sebagian warga mulai kembali ke rumah menjelang Idul Adha.
  • Semburan muncul saat pengeboran sumur mencapai kedalaman 90 meter.
  • Pemerintah desa memasang pembatas dan larangan mendekati lokasi.