Program KREASI Didorong Perkuat Literasi, Karakter dan Perlindungan Anak, Sudah Menjangkau 500 Sekolah di Empat Provinsi
JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
Untuk memperkuat langkah tersebut, Kemendikdasmen menggandeng lembaga Save the Children Indonesia melalui program KREASI atau Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia.
Program ini bertujuan memperluas keterlibatan berbagai pihak dalam membangun lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, psikologis, hingga digital.
“Kalau kita realistis melihat keadaan sekolah kita, memang belum sepenuhnya menjadi rumah bagi semua anak-anak kita,” kata Abdul Mu’ti usai webinar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Senin (25/5/2026).
Menurut Mu’ti, sekolah idealnya menjadi tempat yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman agar anak dapat belajar secara optimal.
Ia menekankan lingkungan pendidikan harus aman dalam berbagai aspek, mulai dari fisik hingga ruang digital.
“Sekolah harus menjadi lingkungan fisik, sosial, intelektual, spiritual, bahkan digital yang aman bagi semua anak,” tegasnya.
Program KREASI Sudah Jangkau 500 Sekolah
Program KREASI dijalankan melalui kolaborasi Kemendikdasmen, Save the Children Indonesia, serta Kementerian Agama dengan dukungan pendanaan dari Global Partnership for Education (GPE).
Chief Executive Officer Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengatakan program tersebut fokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta perlindungan anak.
“KREASI merupakan upaya nyata mempercepat peningkatan literasi, numerasi, sekaligus penguatan karakter dan perlindungan anak,” ujar Dessy.
Hingga saat ini, program KREASI telah menjangkau lebih dari 500 satuan pendidikan di delapan kabupaten yang tersebar di empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara.
Dessy juga mengapresiasi diterbitkannya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Menurutnya, regulasi tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan sekolah tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga secara psikologis dan sosial.
Selama satu tahun pelaksanaan program, Save the Children Indonesia disebut telah memberikan pelatihan intensif kepada para pendidik untuk membangun karakter anak melalui pendekatan yang lebih positif.
“Membangun budaya sekolah aman dan nyaman tidak bisa dilakukan satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi multipihak,” jelas Dessy.
Program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang generasi Indonesia di masa depan. (*)
Poin Utama Berita
- Kemendikdasmen menggandeng Save the Children Indonesia.
- Program KREASI fokus membangun budaya sekolah aman dan nyaman.
- Abdul Mu’ti menyebut sekolah belum sepenuhnya menjadi rumah bagi anak.
- Program memperkuat literasi, numerasi, karakter, dan perlindungan anak.
- KREASI telah menjangkau lebih dari 500 sekolah.
- Program berjalan di empat provinsi di Indonesia.
- Permendikdasmen tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman resmi diterbitkan.
- Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pendidikan.

















