JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia berbuntut panjang. Para terduga pelaku dihadirkan dalam forum terbuka di auditorium kampus pada Senin malam hingga Selasa dini hari (14/4), dalam sebuah momen yang oleh mahasiswa disebut sebagai “sidang terbuka”.
Dalam forum tersebut, para pelaku berdiri di hadapan mahasiswa dan korban untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Momen ini pun viral di media sosial setelah banyak mahasiswa melakukan siaran langsung dari lokasi.
“Saya meminta maaf atas perbuatan saya dan siap mengikuti proses yang dilakukan kampus,” ujar salah satu pelaku di hadapan publik.
Permintaan Maaf Bergilir, Suasana Memanas
Satu per satu pelaku menyampaikan penyesalan atas perbuatannya. Mereka mengakui bahwa tindakan dalam percakapan grup chat telah menimbulkan dampak buruk bagi korban.
“Saya meminta maaf kepada korban apabila ada tindakan yang tidak pantas. Saya siap mengikuti proses kampus,” kata pelaku lainnya.
Namun, suasana di auditorium tidak sepenuhnya kondusif. Korban dan mahasiswa yang hadir tampak emosional dan mendesak pihak kampus untuk tidak hanya berhenti pada permintaan maaf, tetapi juga menjatuhkan sanksi tegas.
Korban bahkan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada para pelaku, yang semakin mempertegas ketegangan di dalam ruangan.
Kasus Terbongkar dari Grup Chat
Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup chat yang berisi dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi. Percakapan tersebut memicu kemarahan publik karena dianggap mencerminkan budaya kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Setelah forum selesai, para pelaku langsung diamankan dan dibawa keluar oleh petugas keamanan kampus.
BEM FH UI Kutuk Keras
Menanggapi kasus tersebut, BEM FH UI bersama organisasi mahasiswa lainnya menyampaikan sikap tegas.
“Kami mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan seksual di lingkungan FH UI,” tulis BEM FH UI dalam pernyataan resminya.
Mereka juga menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh mahasiswa, serta menuntut adanya langkah konkret dalam penanganan kasus ini.
Desakan Sanksi dan Evaluasi Budaya Kampus
Kasus ini kembali membuka diskursus publik terkait:
- Budaya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan
- Pentingnya edukasi dan pencegahan
- Ketegasan institusi dalam menindak pelaku
Mahasiswa menilai, langkah simbolik seperti permintaan maaf tidak cukup tanpa diiringi sanksi dan reformasi sistem perlindungan korban.
“Kampus harus hadir sebagai pelindung, bukan sekadar penonton,” ujar salah satu mahasiswa dalam forum tersebut.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas dan berpotensi memicu evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- Mahasiswa UI diduga terlibat pelecehan seksual via grup chat
- Pelaku dihadirkan dalam “sidang terbuka” di auditorium
- Permintaan maaf disampaikan langsung ke korban
- Suasana forum memanas, mahasiswa desak sanksi tegas
- Kasus viral setelah chat tersebar di media sosial
- BEM FH UI kutuk keras tindakan tersebut
- Publik dorong evaluasi budaya kampus dan perlindungan korban

















