SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Kota Surabaya melalui Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama konservasi internasional dengan iZoo Kawazu dari Prefektur Shizouka, Jepang.
Dalam kerja sama tersebut, Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo (Varanus komodoensis) melalui skema breeding loan atau peminjaman satwa untuk program pengembangbiakan.
Status Peminjaman, Bukan Pertukaran Satwa
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kerja sama ini murni peminjaman, bukan pertukaran satwa.
“Ini peminjaman satwa karena keberhasilan Surabaya dalam pengembangbiakan komodo menarik perhatian Jepang,” ujar Eri.
Keberhasilan KBS dalam breeding komodo secara alami menjadi faktor utama ketertarikan pihak Jepang untuk bekerja sama.
Komodo KBS Jadi Duta Konservasi Dunia
Dua komodo yang akan dikirim merupakan hasil pengembangbiakan asli KBS dengan usia produktif sekitar 8 hingga 12 tahun.
Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, memastikan populasi komodo di Surabaya tetap aman.
“Jumlah komodo di KBS masih lebih dari 50 ekor, sehingga program breeding tetap berjalan,” jelasnya.
Durasi peminjaman disepakati selama lima tahun, dengan pengawasan ketat dan laporan berkala.
Anak Komodo Tetap Milik Indonesia
Dalam kesepakatan tersebut, seluruh keturunan komodo yang lahir di Jepang tetap menjadi milik Indonesia.
“Jika ada anak komodo yang lahir, secara legal tetap milik Indonesia,” tegas Nurika.
Hal ini menegaskan bahwa kerja sama ini tidak mengurangi kedaulatan Indonesia atas satwa endemiknya.
Jepang Siapkan Teknologi Habitat Khusus
Untuk menjamin kesejahteraan komodo, pihak Jepang telah menyiapkan fasilitas khusus dengan teknologi pengatur suhu yang menyerupai habitat asli di Indonesia.
Fasilitas tersebut telah melalui inspeksi Kementerian Kehutanan RI sebelum persetujuan kerja sama diberikan.
Surabaya Dapat ‘Kejutan’ Satwa Eksotis
Sebagai bagian dari kerja sama, Jepang juga akan meminjamkan satwa eksotis ke KBS. Wali Kota Eri memberikan bocoran bahwa satwa tersebut merupakan mamalia berwarna merah yang akan menjadi daya tarik baru wisata.
“Ini akan jadi kejutan untuk warga Surabaya,” ungkap Eri.
Menunggu Persetujuan Presiden
Saat ini, proses pengiriman komodo masih menunggu finalisasi izin dari Presiden Prabowo Subianto dan diperkirakan rampung dalam 1–2 bulan ke depan.
Diplomasi Konservasi Indonesia–Jepang
Direktur iZoo Jepang, Tsuyoshi Shirawa, menyebut kerja sama ini sebagai simbol hubungan erat antara Indonesia dan Jepang.
“Komodo adalah simbol Indonesia. Ini bukan sekadar kerja sama, tapi jembatan antarnegara,” ujarnya. (*)
Poin Utama Berita
- Surabaya dan Jepang jalin kerja sama konservasi komodo
- Dua komodo KBS dipinjamkan untuk program breeding
- Status kerja sama adalah peminjaman, bukan pertukaran
- Populasi komodo di KBS tetap aman di atas 50 ekor
- Anak komodo di Jepang tetap milik Indonesia
- Jepang siapkan kandang dengan teknologi khusus
- KBS akan menerima satwa eksotis dari Jepang
- Pengiriman menunggu persetujuan Presiden

















