Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Sungai Cibanten, Ini Kronologi Lengkapnya

36
×

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Tersedot Pipa Irigasi di Sungai Cibanten, Ini Kronologi Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SERANG, SENTRAPOS.CO.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, Muhammad Irfan, yang meninggal dunia setelah tersedot pipa irigasi saat bermain di aliran Sungai Cibanten, Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Selasa (21/4/2026).

Kejadian ini sontak menyita perhatian warga setempat dan menjadi pengingat serius akan bahaya bermain di area instalasi irigasi.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kapolsek Ciomas, Iptu Ridwan Junaedi, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu tengah bermain bersama sejumlah temannya di atas pipa irigasi yang melintasi sungai.

“Saat itu ada sekitar 10 anak yang bermain di atas pipa irigasi. Korban diduga terpeleset lalu tersedot ke dalam pipa hingga setengah tubuhnya masuk,” jelas Ridwan, Rabu (22/4/2026).

Kronologi: Terpeleset Saat Ambil Tutup Pipa

Peristiwa bermula saat korban mencoba mengambil tutup pipa yang jatuh ke sungai. Tutup tersebut diduga tersenggol saat korban dan teman-temannya bermain.

Nahas, saat berusaha mengambilnya, korban terpeleset dan langsung tersedot arus kuat ke dalam pipa irigasi.

“Posisi korban saat itu kaki terjepit, sementara kepala berada di dalam air,” ungkap Ridwan.

Warga dan teman-temannya sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum akhirnya korban dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Ciomas.

Sempat Dirujuk, Nyawa Korban Tak Tertolong

Setelah mendapatkan penanganan awal, korban dirujuk ke RSUD Banten untuk perawatan intensif. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, untuk dimakamkan.

Keluarga Ikhlas, Polisi Beri Imbauan Keras

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak proses hukum maupun autopsi.

“Keluarga korban sudah menerima dengan lapang dada dan menolak autopsi serta tindakan hukum lainnya,” kata Ridwan.

Polisi pun mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area berbahaya seperti sungai dan saluran irigasi.

“Kami mengingatkan orang tua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anaknya saat bermain, terutama di sekitar sungai atau fasilitas irigasi,” tegasnya.

Edukasi Keselamatan: Bahaya Pipa Irigasi

Saluran irigasi memiliki arus kuat yang tidak terlihat dari permukaan, sehingga sangat berisiko bagi anak-anak. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan. (*kumparan.com)


Poin Utama Berita

  • Bocah 11 tahun tewas tersedot pipa irigasi di Sungai Cibanten
  • Korban terpeleset saat mencoba mengambil tutup pipa
  • Posisi tubuh terjepit, kepala masuk ke dalam air
  • Sempat dirawat, korban meninggal di RSUD Banten
  • Keluarga menolak autopsi dan proses hukum
  • Polisi imbau orang tua tingkatkan pengawasan anak
  • Peristiwa jadi peringatan bahaya bermain di area irigasi