Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

UPDATE: Korban Tewas Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Jadi 16 Orang, 46 Masih Dirawat

37
×

UPDATE: Korban Tewas Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Jadi 16 Orang, 46 Masih Dirawat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Hingga Rabu (29/4/2026), total korban tewas tercatat menjadi 16 orang.

Penambahan korban ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Korban terbaru diketahui bernama Mia Citra (25), yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi Kota.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Benar, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 16 orang. Korban atas nama MC (25) meninggal dunia di RSUD Bekasi,” ujar Kombes Budi, Rabu (29/4).

Puluhan Korban Masih Dirawat

Selain korban meninggal, jumlah korban luka dalam insiden ini juga cukup besar. Tercatat sebanyak 90 orang mengalami luka-luka.

Dari jumlah tersebut, 44 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sementara 46 korban lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

“Total korban luka mencapai 90 orang, sebagian sudah pulang, namun puluhan lainnya masih dalam perawatan medis,” jelasnya.

Kronologi Kecelakaan Beruntun

Peristiwa nahas ini bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang kawasan Ampera, Bekasi Timur, akibat gangguan listrik.

Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari arah Jakarta. Dampak dari tabrakan awal ini menyebabkan rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam kondisi tersebut, situasi semakin memburuk ketika KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari belakang tidak dapat menghindar dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti.

“Kecelakaan terjadi secara beruntun, diawali kendaraan mogok di perlintasan hingga berujung tabrakan antar kereta.”

Evaluasi Keselamatan Perlintasan

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan di perlintasan sebidang serta koordinasi operasional antar moda transportasi.

Pengamat transportasi menilai, kejadian ini menjadi alarm serius bagi peningkatan sistem mitigasi risiko dan pengawasan di jalur kereta api.

Duka Mendalam dan Perhatian Nasional

Peristiwa ini menyita perhatian publik nasional karena jumlah korban yang besar serta kronologi yang kompleks.

Berbagai pihak menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, sekaligus mendorong investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.

Kesimpulan

Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur menjadi salah satu tragedi transportasi terbesar tahun ini.

Dengan korban meninggal mencapai 16 orang dan puluhan lainnya masih dirawat, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi dan pengawasan ketat di perlintasan kereta api. (*)


Poin Utama Berita

  • Korban meninggal kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek bertambah jadi 16 orang
  • Korban terbaru meninggal di RSUD Bekasi Kota
  • Total 90 korban luka, 46 masih dirawat
  • Kecelakaan dipicu taksi mogok di perlintasan sebidang
  • KRL tertabrak Argo Bromo Anggrek dari belakang
  • Peristiwa jadi sorotan nasional terkait keselamatan transportasi
  • Desakan evaluasi sistem keamanan perlintasan kereta
error: Content is protected !!