Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWAVIRAL

Viral Video Penggerebekan Daycare Little Aresha di Yogyakarta: Balita Terikat, Dugaan Kekerasan Picu Kemarahan Publik

25
×

Viral Video Penggerebekan Daycare Little Aresha di Yogyakarta: Balita Terikat, Dugaan Kekerasan Picu Kemarahan Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA | Sentrapos.co.id — Rekaman video penggerebekan tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kembali viral di media sosial pada Selasa (28/4/2026). Video berdurasi lebih dari empat menit itu menyita perhatian publik setelah memperlihatkan kondisi sejumlah balita yang diduga mengalami perlakuan tidak layak.

Video yang diunggah akun @direktoridosen di platform X (Twitter) telah ditonton jutaan kali dan memicu gelombang kecaman dari warganet.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Temuan di lokasi menunjukkan anak-anak dalam kondisi memprihatinkan, sebagian terlihat tidak bebas bergerak dan menunjukkan tanda ketidaknyamanan.”

Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa balita dengan tangan dan kaki terikat. Bahkan, ada anak yang tampak dibungkus sehingga kesulitan bergerak. Tangisan anak-anak terdengar jelas saat proses penggerebekan berlangsung.

Kronologi Terungkap dari Laporan Mantan Karyawan

Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, mengungkap bahwa kasus ini bermula dari laporan mantan karyawan daycare yang merasa ada perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.

“Awalnya dari karyawan yang melihat perlakuan terhadap anak tidak sesuai. Ia kemudian mengundurkan diri karena tidak sesuai hati nurani,” ujar Pandia.

Setelah resign, karyawan tersebut melaporkan kasus ke pihak kepolisian karena ijazahnya diduga ditahan oleh pihak daycare. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga dilakukan penggerebekan.

Saat ini, lokasi daycare telah dipasangi garis polisi dan aktivitas operasional dihentikan sementara.


Kesaksian Orangtua: Luka Lebam hingga Dugaan Trauma

Sejumlah orangtua mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dari media sosial. Salah satunya, Aldewa, mengaku sempat menemukan luka lebam pada anaknya yang berusia 3 tahun.

“Kami kira hanya jatuh biasa. Tapi setelah melihat video, kami sangat terkejut,” ungkapnya.

Orangtua lainnya, Khairunisa, menyebut anaknya sering mengalami gangguan kesehatan sejak dititipkan, seperti batuk, pilek berkepanjangan, hingga demam tinggi tanpa pemberitahuan.

Selain itu, beberapa anak juga menunjukkan tanda trauma, seperti menangis setiap hendak berangkat ke daycare.


Polisi Dalami Dugaan Kekerasan dan Penelantaran

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak di daycare tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk orangtua dan mantan karyawan.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami akan menindak tegas jika ditemukan unsur pidana,” tegas pihak kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian serius publik dan membuka kembali diskusi tentang standar keamanan serta pengawasan terhadap tempat penitipan anak di Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Video penggerebekan daycare Little Aresha viral dan ditonton jutaan kali
  • Ditemukan balita dalam kondisi terikat dan tidak bebas bergerak
  • Kasus terungkap dari laporan mantan karyawan
  • Orangtua mengaku anak mengalami luka dan trauma
  • Polisi masih menyelidiki dugaan kekerasan dan penelantaran anak
  • Publik mendesak pengawasan ketat terhadap daycare
error: Content is protected !!