Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

2 Jurnalis Republika dan 7 WNI Ditangkap Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

37
×

2 Jurnalis Republika dan 7 WNI Ditangkap Militer Israel Saat Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dua Jurnalis Republika Ditangkap Militer Israel

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai, dilaporkan ditangkap militer Israel (IDF) saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Keduanya berada dalam armada Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2026.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Selain dua jurnalis tersebut, terdapat tujuh warga negara Indonesia (WNI) lain yang juga ikut dalam pelayaran kemanusiaan dan turut diamankan aparat militer Israel.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas penangkapan tersebut.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina,” ujar Andi dalam pernyataan resmi, Senin (18/5/2026).

Republika Kecam Intersepsi Militer Israel

Republika mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan di perairan internasional.

Menurut Andi Muhyiddin, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” tegasnya.

Ia menambahkan keberadaan dua jurnalis Republika dalam armada tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan.

“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” katanya.

Video SOS Jurnalis Republika Viral

Usai penangkapan, beredar video SOS yang direkam Bambang Noroyono alias Abeng sebelum komunikasi dengan armada terputus.

Dalam video tersebut, Abeng meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah untuk membebaskan dirinya dari penahanan militer Israel.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel,” ujar Abeng dalam video yang viral di media sosial.

Video tersebut disebut menjadi penanda bahwa kapal yang ditumpangi para relawan telah diintersepsi oleh militer Israel.

9 WNI dan 100 Aktivis Dunia Ikut Ditahan

Berdasarkan data Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI yang ikut dalam armada kemanusiaan tersebut yakni:

  • Bambang Noroyono
  • Thoudy Badai
  • Herman Budianto Sudarsono
  • Ronggo Wirasanu
  • Andi Angga Prasadewa
  • Aras Asad Muhammad
  • Hendro Prasetyo
  • Andre Prasetyo Nugroho
  • Rahendro Herubowo

Selain WNI, sedikitnya 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga dilaporkan ikut ditangkap dalam operasi tersebut.

Armada Dicegat di Lepas Pantai Siprus

Koalisi Global Sumud Flotilla sebelumnya mengumumkan bahwa kapal perang Israel melakukan intersepsi terhadap armada bantuan kemanusiaan di lepas pantai Siprus.

Dalam operasi tersebut, empat kapal perang Israel dilaporkan memerintahkan seluruh kapal armada mematikan mesin.

Media Israel menyebut para aktivis yang ditangkap akan dibawa menuju Pelabuhan Ashdod, salah satu pelabuhan terbesar di Israel.

Meski menghadapi intersepsi militer, sejumlah aktivis dikabarkan tetap bertekad melanjutkan misi kemanusiaan untuk menembus blokade Gaza.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan sembilan WNI tersebut. (*)


Poin Utama Berita

  • Dua jurnalis Republika ditangkap militer Israel saat misi ke Gaza.
  • Total ada sembilan WNI dalam armada Global Sumud Flotilla.
  • Republika mengecam intersepsi Israel di perairan internasional.
  • Video SOS Bambang Noroyono viral di media sosial.
  • Sedikitnya 100 aktivis kemanusiaan dunia ikut ditangkap.
  • Armada bantuan dicegat di lepas pantai Siprus.
  • Empat kapal perang Israel dilaporkan terlibat dalam operasi.
  • Hingga kini belum ada pernyataan resmi Kemenlu RI.