Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
PENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral Bocah 11 Tahun Hirup Uap Bensin di Sukabumi, Kisah Pilu Yatim Piatu Berujung Penanganan Intensif

22
×

Viral Bocah 11 Tahun Hirup Uap Bensin di Sukabumi, Kisah Pilu Yatim Piatu Berujung Penanganan Intensif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUKABUMI | Sentrapos.co.id — Media sosial dihebohkan dengan kisah seorang bocah perempuan berinisial H (11) yang kerap terlihat di area parkir swalayan di Kota Sukabumi. Bukan untuk berbelanja, anak tersebut justru datang untuk menghirup uap bensin dari kendaraan yang terparkir.

Perilaku ini memicu keprihatinan publik, terlebih setelah terungkap kondisi sosial dan kesehatan mental yang dialami anak tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, Lulis Delawati, mengungkapkan bahwa H merupakan yatim piatu dan hidup dalam keterbatasan bersama keluarganya.

“Anak ini sudah kehilangan kedua orang tuanya dan tinggal bersama kerabat yang juga memiliki keterbatasan dalam pengawasan,” ujar Lulis, Selasa (28/4/2026).


Sering Kabur Demi Menghirup Uap Bensin

Menurut keterangan keluarga, H kerap meninggalkan rumah tanpa izin dan menuju area parkir pusat perbelanjaan.

Tujuannya berulang: menghirup uap bensin, sebuah perilaku berbahaya yang mengindikasikan gangguan serius.

“Ia sering kabur ke parkiran hanya untuk menghirup bensin. Keluarga sudah kewalahan mengawasi,” jelas Lulis.


Didiagnosis Gangguan Jiwa Berat

Hasil pemeriksaan medis di RSUD R Syamsudin SH menyatakan bahwa H mengalami gangguan kejiwaan berat yang membutuhkan penanganan profesional.

Kondisi ini tidak dapat ditangani hanya dengan perawatan di rumah.

“Diperlukan penanganan khusus dan berkelanjutan oleh tenaga profesional,” ungkap pihak Dinsos.


Akan Dirawat di Pusat Rehabilitasi

Setelah melalui proses pendekatan, keluarga akhirnya menyetujui penanganan lebih lanjut oleh pemerintah.

H rencananya akan dibawa ke Graha Harapan Difabel Cimahi untuk mendapatkan perawatan dan pendampingan intensif.

“Kami berharap anak ini mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan aman,” tambah Lulis.


Alarm Perlindungan Anak dan Kesehatan Mental

Kasus ini menjadi pengingat serius akan pentingnya perlindungan anak, khususnya bagi mereka yang hidup dalam kondisi rentan.

Selain faktor ekonomi, perhatian terhadap kesehatan mental anak juga menjadi krusial dalam mencegah perilaku berisiko.

“Ini bukan hanya soal sosial, tapi juga kesehatan mental yang harus ditangani secara serius,” tegasnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Bocah 11 tahun di Sukabumi viral karena menghirup uap bensin
  • Korban merupakan yatim piatu dan hidup dalam keterbatasan
  • Sering kabur dari rumah menuju area parkir swalayan
  • Didiagnosis mengalami gangguan jiwa berat
  • Keluarga kewalahan melakukan pengawasan
  • Akan dirawat di Graha Harapan Difabel Cimahi
  • Pemerintah melalui Dinsos turun tangan
  • Kasus jadi perhatian serius soal perlindungan anak
error: Content is protected !!