Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPERISTIWA

Dirut KAI Minta Maaf Usai Tragedi Bekasi Timur, Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama

72
×

Dirut KAI Minta Maaf Usai Tragedi Bekasi Timur, Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat menyusul kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Rabu (29/4/2026), sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang menimbulkan korban jiwa serta gangguan operasional kereta api.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jasa atas kejadian di Bekasi Timur,” ujar Bobby.

KAI Akui Keprihatinan Mendalam

Bobby menegaskan bahwa pihaknya merasakan duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia memastikan KAI akan terus memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarga yang terdampak.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan akan terus mendampingi para korban,” tegasnya.

Komitmen Perbaikan Sistem Keselamatan

Lebih lanjut, KAI berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan sistem keselamatan transportasi rel.

“Kami berkomitmen melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” lanjut Bobby.

Keselamatan penumpang disebut sebagai prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam operasional perkeretaapian.

Kronologi Singkat Insiden

Kecelakaan tragis tersebut bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang di wilayah Bekasi Timur.

Taksi tersebut tertabrak KRL, sehingga mengganggu perjalanan kereta. Dampaknya, rangkaian KRL berhenti di stasiun dan kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

“Rangkaian peristiwa ini menunjukkan pentingnya sistem mitigasi risiko pada perlintasan dan jalur padat,” menjadi perhatian serius dalam evaluasi pascakejadian.

Data Korban

Hingga saat ini, insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 15 orang dan menyebabkan 91 orang lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban jiwa diketahui merupakan perempuan.

Dorongan Evaluasi Nasional

Tragedi ini memicu desakan berbagai pihak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional, termasuk pengelolaan perlintasan sebidang dan integrasi sistem kendali.

Kesimpulan

Permohonan maaf Dirut KAI menjadi langkah awal dalam proses pemulihan pasca tragedi Bekasi Timur.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret berupa perbaikan sistem keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap transportasi kereta tetap terjaga. (*)


Poin Utama Berita

  • Dirut KAI sampaikan permohonan maaf atas tragedi Bekasi Timur
  • KAI akui keprihatinan dan dampingi korban
  • Komitmen perbaikan sistem keselamatan kereta
  • Kecelakaan dipicu taksi mogok di perlintasan sebidang
  • Korban tewas 15 orang, 91 luka-luka
  • Mayoritas korban jiwa adalah perempuan
  • Evaluasi nasional sistem keselamatan transportasi rel didorong
error: Content is protected !!