Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORNASIONALPERISTIWA

Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Jembatan III Palu Retak dan Bangunan Roboh, 42 Gempa Susulan Terjadi

28
×

Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Jembatan III Palu Retak dan Bangunan Roboh, 42 Gempa Susulan Terjadi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BMKG dan BNPB mencatat puluhan gempa susulan pascagempa M 6,7 di Sulawesi Tengah. Kerusakan dilaporkan terjadi di Palu, Sigi, Poso, dan Parigi Moutong, sementara warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.


Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Jembatan III Palu Retak dan Bangunan Roboh, 42 Gempa Susulan Terjadi

PALU | Sentrapos.co.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur dan bangunan di beberapa daerah terdampak.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, kerusakan teridentifikasi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, hingga Kabupaten Parigi Moutong.

Salah satu dampak yang menjadi perhatian adalah munculnya keretakan pada Jembatan III Palu, salah satu jalur penting yang menghubungkan kawasan strategis di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

“Terjadi keretakan pada Jembatan III Palu dan beberapa bangunan roboh,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto.

Selain di Kota Palu, sejumlah bangunan juga dilaporkan roboh di Kabupaten Sigi akibat kuatnya guncangan gempa.

Tidak hanya itu, longsor terjadi di kawasan Gunung Kamarora yang mengakibatkan saluran air terputus. Sementara di wilayah Napu, Kabupaten Poso, akses jalan mengalami kerusakan sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, sejumlah bangunan turut mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

BMKG Catat 42 Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga pukul 13.38 WITA telah terjadi sebanyak 42 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi.

Gempa utama diketahui berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Di Kota Palu, guncangan dirasakan cukup kuat selama 4 hingga 6 detik. Sementara di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso, getaran gempa dirasakan sekitar 5 hingga 6 detik.

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong, getaran dirasakan oleh banyak warga baik di dalam maupun di luar rumah.

BNPB dan BPBD Lakukan Pendataan Dampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan, asesmen cepat, dan pendataan dampak kerusakan akibat gempa.

“BNPB bersama BPBD di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Laporan sementara menunjukkan adanya kerusakan bangunan di sejumlah titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun rincian jumlah bangunan terdampak serta tingkat kerusakannya masih dalam proses verifikasi.

BNPB menyebut hingga saat ini belum terdapat laporan kebutuhan darurat yang bersifat mendesak dari daerah terdampak.

“Masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG,” tegas Abdul Muhari.

Warga Diimbau Tetap Waspada

Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendataan terkait kemungkinan korban jiwa maupun jumlah warga yang mengungsi.

BPBD Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan situasi pascagempa.

Asbudianto memastikan kondisi umum di wilayah terdampak masih terkendali, namun masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Situasi saat ini aman dan kondusif, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan,” ujar Asbudianto.

Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah dan segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang. (*)


Poin Utama Berita

  • Gempa bumi M 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).
  • Jembatan III Palu mengalami keretakan akibat gempa.
  • Sejumlah bangunan roboh di Palu dan Kabupaten Sigi.
  • Longsor terjadi di Gunung Kamarora dan memutus saluran air.
  • Jalan di wilayah Napu, Kabupaten Poso mengalami kerusakan.
  • BMKG mencatat 42 kali gempa susulan hingga pukul 13.38 WITA.
  • BNPB dan BPBD masih melakukan pendataan dampak kerusakan serta korban.
  • Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.