SURABAYA | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan kesiapan penuh pelaksanaan ibadah kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjamin kondisi kesehatan ternak aman, dengan pengendalian signifikan terhadap penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
“Kasus PMK dan LSD di Jatim menurun signifikan dan hingga April 2026 sudah dapat dikendalikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat,” tegas Khofifah di Surabaya, Senin (27/4/2026).
ADVERTISEMENTADVERTISEMENT
Stok Hewan Kurban Dipastikan Surplus
Khofifah menegaskan, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur tidak hanya cukup, tetapi mengalami surplus dibandingkan kebutuhan.
Data terbaru menunjukkan:
- Sapi: 629.119 ekor (kebutuhan ±70.550 ekor)
- Kambing: 940.693 ekor (kebutuhan ±297.900 ekor)
- Domba: 484.468 ekor (kebutuhan ±58.600 ekor)
- Kerbau: 1.698 ekor (kebutuhan ±10 ekor)
“Ketersediaan ternak kurban tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Khofifah.
Pengawasan Ketat, Ternak Wajib Bersertifikat
Untuk menjamin keamanan distribusi ternak, Pemprov Jatim menerapkan prosedur ketat dalam lalu lintas hewan.
Setiap ternak yang diperjualbelikan wajib:
- Telah divaksin PMK minimal dosis pertama
- Memiliki sertifikat veteriner
- Lolos pemeriksaan kesehatan
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dikurbankan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Ribuan Tenaga Medis dan JULEHA Disiagakan
Pemprov Jatim juga menyiapkan sumber daya manusia dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan kurban yang aman dan sesuai syariat.
Tercatat:
- 950 dokter hewan
- 1.500 paramedik veteriner
- 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat
“Petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan daging kurban aman, sehat, utuh, dan halal,” jelas Khofifah.
Infrastruktur Lengkap, 25 Ribu Titik Pemotongan Siap
Dari sisi fasilitas, Jawa Timur dinilai sangat siap dengan dukungan infrastruktur yang memadai, antara lain:
- 208 pasar hewan
- 2.318 lapak penjualan
- 133 Rumah Potong Hewan (RPH-R)
- Lebih dari 25.000 lokasi pemotongan
Sebanyak 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan juga disiagakan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Tertib
Khofifah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ragu dalam melaksanakan ibadah kurban, dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, serta tata cara penyembelihan sesuai syariat.
“Kami optimistis pelaksanaan kurban di Jawa Timur berjalan aman, lancar, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (*)
Poin Utama Berita
- Pemprov Jatim pastikan kesiapan Idul Adha 2026
- PMK dan LSD berhasil dikendalikan secara signifikan
- Stok hewan kurban surplus besar di semua jenis
- Ternak wajib vaksin dan sertifikat kesehatan
- 950 dokter hewan dan ribuan petugas disiagakan
- 25 ribu lebih titik pemotongan siap digunakan
- Infrastruktur dan distribusi ternak dijaga ketat
- Masyarakat diminta tidak khawatir berkurban

















