Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Industri Tekstil Indonesia 2025 Tumbuh 3,55%, Ekspor Tembus US$12,08 Miliar: Bukti Ketahanan di Tengah Gejolak Global

39
×

Industri Tekstil Indonesia 2025 Tumbuh 3,55%, Ekspor Tembus US$12,08 Miliar: Bukti Ketahanan di Tengah Gejolak Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kembali menunjukkan performa solid sepanjang 2025. Sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 3,55% (year-on-year) dengan nilai ekspor mencapai US$ 12,08 miliar serta mencetak surplus perdagangan US$ 3,45 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari ekspor pakaian jadi yang terus menjadi tulang punggung industri tekstil Indonesia di pasar global.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dari sisi investasi, sektor TPT berhasil menarik dana sebesar Rp 20,23 triliun serta menyerap tenaga kerja hingga 3,96 juta orang, atau sekitar 19,48% dari total tenaga kerja industri pengolahan.

“Kinerja ini mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, meski di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (16/4/2026).

Tantangan Global Masih Membayangi

Meski mencatatkan kinerja positif, industri TPT tidak lepas dari berbagai tantangan. Kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, hingga fluktuasi permintaan pasar internasional menjadi faktor yang harus diantisipasi.

“Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha untuk merumuskan langkah antisipatif yang tepat dan terukur,” tegas Menperin.

Pemerintah pun terus memantau perkembangan global, termasuk dinamika perdagangan internasional serta perubahan struktur rantai pasok dunia.

Indo Intertex 2026 Jadi Momentum Strategis

Penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026 dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat industri TPT nasional. Ajang ini menjadi platform business matching yang mempertemukan pelaku industri dalam dan luar negeri.

“Pameran ini bukan sekadar ajang inovasi, tetapi juga wadah kolaborasi yang mampu menumbuhkan optimisme bahwa industri TPT adalah sektor sunrise,” imbuh Agus.

Strategi Penguatan Industri

Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk terus menjaga pertumbuhan sektor ini melalui berbagai kebijakan strategis, antara lain:

  • Memperluas akses pasar domestik dan ekspor
  • Pemberian fasilitas fiskal dan nonfiskal
  • Mendorong transformasi industri dari hulu ke hilir
  • Peningkatan efisiensi dan produktivitas

Selain itu, pergeseran rantai pasok global akibat dinamika geopolitik juga membuka peluang relokasi investasi ke Indonesia, terutama untuk produk tekstil berkelanjutan yang kini semakin diminati.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian

Menperin menekankan pentingnya menjaga optimisme pelaku industri dalam menghadapi kondisi global yang tidak menentu.

“Pelaku industri yang resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat saat situasi kembali normal,” tegasnya.

Sebagai catatan, sektor industri pengolahan nasional juga mencatat pertumbuhan 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir.

Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 19,07%, serta mendominasi ekspor nasional hingga 84,89%, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 20,31 juta orang.

Di sisi lain, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 berada di level 51,86, menandakan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi. (*)


Poin Utama Berita

  • Industri TPT tumbuh 3,55% sepanjang 2025 (yoy)
  • Ekspor mencapai US$12,08 miliar dengan surplus US$3,45 miliar
  • Investasi tembus Rp20,23 triliun, serap 3,96 juta tenaga kerja
  • Tantangan: bahan baku mahal, rantai pasok terganggu, permintaan global fluktuatif
  • Indo Intertex 2026 jadi ajang strategis kolaborasi dan investasi
  • Industri pengolahan tumbuh 5,30% dan dominasi ekspor nasional
  • IKI Maret 2026 di level ekspansi (51,86)