Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Breaking News! Israel–Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Tapi Serangan Masih Terjadi

51
×

Breaking News! Israel–Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Tapi Serangan Masih Terjadi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INTERNASIONAL | Sentrapos.co.id – Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi diumumkan berlaku mulai Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu setempat.

Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, usai pertemuan antara Benjamin Netanyahu dan Joseph Aoun.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kedua pemimpin sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari untuk membuka jalan menuju perdamaian,” tulis Trump.

Kesepakatan ini menjadi momentum penting dalam meredakan konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, sekaligus membuka peluang tercapainya perjanjian damai yang lebih permanen.

Peluang Perdamaian, Tapi Penuh Syarat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata ini merupakan langkah awal menuju “kesepakatan perdamaian bersejarah”.

Namun, Israel tetap mengajukan sejumlah syarat utama.

“Kami tetap menuntut pelucutan senjata Hizbullah dan perjanjian damai abadi berbasis kekuatan,” tegas Netanyahu.

Selain itu, Israel juga bersikeras mempertahankan zona keamanan sepanjang 10 kilometer di wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah yang telah lama diperjuangkan.

Nawaf Salam menyebut gencatan senjata sebagai tuntutan utama sejak konflik memanas.

Sementara itu, perwakilan Hizbullah melalui Ibrahim al-Moussawi menyatakan pihaknya siap menghormati kesepakatan, dengan syarat serangan Israel benar-benar dihentikan.

Fakta Lapangan: Serangan Belum Sepenuhnya Berhenti

Meski kesepakatan telah diumumkan, situasi di lapangan masih memanas.

Menjelang waktu pemberlakuan gencatan senjata, dilaporkan terjadi serangan yang menyebabkan korban luka di wilayah perbatasan.

Militer Israel mengklaim masih melakukan serangan terhadap peluncur roket milik Hizbullah.

“IDF saat ini menyerang peluncur roket yang digunakan Hizbullah,” demikian pernyataan resmi militer Israel.

Sementara itu, laporan dari Lebanon menyebut artileri Israel masih menembaki wilayah selatan seperti Khiam dan Dibbine, bahkan setelah gencatan senjata dinyatakan berlaku.

Aktivitas militer juga masih terlihat melalui penerbangan pesawat pengintai di wilayah udara Lebanon.

Situasi Masih Rawan

Kondisi ini menunjukkan bahwa implementasi gencatan senjata masih menghadapi tantangan besar di lapangan.

Pengamat menilai, tanpa pengawasan ketat dan komitmen penuh dari kedua pihak, kesepakatan ini berpotensi rapuh dan rawan dilanggar.

Meski demikian, langkah diplomatik ini tetap menjadi harapan baru bagi stabilitas kawasan yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan. (*)


Poin Utama Berita

  • Israel dan Lebanon sepakat gencatan senjata 10 hari
  • Berlaku mulai 16 April 2026 pukul 17.00 waktu setempat
  • Dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump
  • Israel ajukan syarat pelucutan Hizbullah dan zona keamanan
  • Lebanon menyambut positif kesepakatan
  • Hizbullah siap patuh jika serangan dihentikan
  • Serangan masih terjadi jelang dan setelah gencatan senjata
  • Situasi di lapangan masih rawan dan belum sepenuhnya stabil