SERDANG BEDAGAI | Sentrapos.co.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga dan masyarakat Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Jenazah prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, Kopral Rico Pramudia (31), dijadwalkan tiba di rumah duka pada Selasa (28/4) sore.
Kepala Dusun 7 Dolok Manampang, Hendri Sudani, menyampaikan bahwa pihak keluarga bersama aparat setempat telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan almarhum.
“Kemungkinan hari Selasa sore jenazah tiba. Rencananya akan dilaksanakan upacara penghormatan pada hari Rabu di sini,” ujar Hendri kepada wartawan.
Persiapan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Babinsa setempat, mulai dari pemasangan tenda, penataan kursi, hingga pembersihan area rumah duka.
“Kami bersama Babinsa menyiapkan tenda, kursi, dan membersihkan lingkungan rumah duka agar lebih layak dan tertata,” jelasnya.
Sosok Prajurit yang Dikenal Ramah
Di mata warga, Kopral Rico dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan bertanggung jawab. Ia aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan desa, termasuk dalam aktivitas olahraga.
“Almarhum orangnya ramah, sopan, dan bertanggung jawab. Ia juga aktif sebagai pemain di klub sepak bola Rajawali FC,” ungkap Hendri.
Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia
Kopral Rico gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan proyektil artileri di wilayah Adhcit Al Qusayr, Lebanon, pada Minggu (29/3). Ia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit di Beirut sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/4).
Upacara penghormatan terakhir telah digelar oleh kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Beirut. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Misi UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
“Kamu datang jauh dari rumah untuk mengabdi di bawah bendera PBB. Di Lebanon selatan, kamu telah memberikan segalanya untuk perdamaian,” ujar Abagnara dalam pidatonya.
Pihak UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, TNI, pemerintah Indonesia, serta seluruh rakyat Indonesia atas gugurnya prajurit tersebut.
Kopral Rico diketahui meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki yang masih kecil. Penugasan di Lebanon merupakan misi luar negeri pertamanya sejak April tahun lalu.
Upacara penghormatan di Beirut turut dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, perwakilan militer Lebanon, serta jajaran kontingen Indonesia di UNIFIL.
Kepergian Kopral Rico menambah daftar prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon, di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- Jenazah Kopral Rico Pramudia tiba di Serdang Bedagai Selasa sore
- Upacara penghormatan dijadwalkan berlangsung Rabu
- Gugur akibat ledakan proyektil artileri di Lebanon
- Sempat dirawat di rumah sakit Beirut sebelum meninggal
- Dikenal sebagai sosok ramah, aktif, dan bertanggung jawab
- UNIFIL gelar upacara penghormatan di Beirut
- Tinggalkan istri dan anak yang masih kecil
- Tambah daftar prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian

















