JAKARTA | Sentrapos.co.id — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengungkap fakta mengejutkan terkait polemik tudingan pendanaan kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam keterangan resminya, JK secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam pendanaan sejumlah pihak untuk mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi.
Ia bahkan mengungkap bahwa pelapor, Rismon Sianipar, sempat meminta uang dan berupaya mengatur pertemuan dengan dirinya.
“Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Minta uang itu, saya tolak,” tegas JK dalam media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
Tolak Pertemuan dengan Roy Suryo
Tak hanya itu, JK juga menyebut bahwa pakar telematika Roy Suryo turut mencoba menjalin pertemuan dengannya. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah.
“Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Tanggal 2 Maret dia mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima,” ujarnya.
JK menduga penolakan tersebut menjadi pemicu munculnya tudingan yang dinilainya sebagai fitnah dan upaya pengalihan isu.
Laporkan ke Bareskrim, Tegaskan Tak Pernah Danai
Merasa nama baiknya dicemarkan, JK memastikan telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.
“Karena saya tidak kasih, dia buat fitnah ini. Dia libatkan semua orang, tuduh saya, tuduh Pak SBY. Ini murni fitnah dan pengalihan isu,” tegas JK.
Isu yang berkembang sebelumnya menyebut JK diduga mengucurkan dana hingga Rp5 miliar kepada sejumlah pihak untuk mempersoalkan ijazah Presiden Jokowi.
Namun, JK menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan sama sekali tidak pernah terjadi.
Respons Golkar: Banyak Faktor Menentukan Kemenangan
Terpisah, Sekjen Partai Golkar Sarmuji turut merespons pernyataan JK terkait peran dalam kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014.
Menurutnya, kemenangan politik tidak ditentukan oleh satu faktor saja.
“Di dunia ini enggak ada yang terjadi karena faktor tunggal,” ujar Sarmuji, Minggu (19/4).
Ia mengakui bahwa JK mungkin memiliki kontribusi, namun banyak pihak lain juga turut berperan.
JK Tegaskan Perannya dalam Karier Politik Jokowi
Dalam pernyataan sebelumnya, JK juga menegaskan kontribusinya dalam perjalanan politik Jokowi hingga menjadi Presiden RI.
“Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden,” ucap JK.
Pernyataan tersebut kembali memicu perhatian publik, sekaligus memperkuat dinamika politik yang berkembang di tengah isu sensitif tersebut. (*)
Poin Utama Berita
- JK bantah tudingan mendanai isu ijazah Jokowi
- Sebut Rismon Sianipar sempat minta uang dan ajukan pertemuan
- Roy Suryo juga disebut mencoba bertemu, namun ditolak
- JK nilai tudingan sebagai fitnah dan pengalihan isu
- Kasus telah dilaporkan ke Bareskrim Polri
- Isu menyebut dana Rp5 miliar, namun dibantah keras JK
- Golkar sebut kemenangan politik bukan faktor tunggal
- JK klaim punya peran dalam kemenangan Jokowi

















