BATU | Sentrapos.co.id — Warga Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, melayangkan protes keras terhadap aktivitas pengeboran sumur dalam yang dilakukan oleh PT Esa Suwardhahana Thani.
Aksi protes ini dipicu kekhawatiran warga atas menurunnya debit air pada sumber-sumber vital, termasuk Sungai Janitri yang menjadi penopang utama kebutuhan air masyarakat dan pertanian.
Debit Air Menurun, Warga Resah
Perwakilan warga, Neno, mengungkapkan bahwa dampak aktivitas pengeboran sudah dirasakan sejak perusahaan mulai beroperasi pada awal 2025.
“Sejak perusahaan beroperasi, debit air Sungai Janitri yang hanya berjarak 300 meter dari lokasi pengeboran mulai menyusut,” tegas Neno.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan krisis air di masa depan, terutama bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Minim Transparansi, Konflik Sosial Muncul
Selain dampak lingkungan, warga juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi dari pihak perusahaan maupun pemerintah desa.
Dokumen penting seperti:
- Izin lingkungan
- Perjanjian kerja sama
- Izin pemanfaatan air tanah (SIPA)
- Skema kompensasi
disebut tidak pernah disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
“Tidak ada kejelasan izin maupun kompensasi, ini memicu konflik sosial di masyarakat,” ungkap warga.
Alat Berat Datang, Ketegangan Memuncak
Situasi semakin memanas setelah warga melihat kedatangan alat berat tambahan pada April 2026 yang diduga untuk memperdalam pengeboran sumur.
Hal ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap keberlanjutan sumber air di kawasan hulu.
Tuntutan Warga: Hentikan Pengeboran
Dalam audiensi di kantor desa, warga menyampaikan sejumlah tuntutan tegas kepada pemerintah dan pihak terkait:
- Membuka seluruh dokumen perizinan
- Transparansi izin lingkungan dan SIPA
- Realisasi kompensasi bagi warga terdampak
- Pelibatan masyarakat dalam keputusan lingkungan
- Penghentian sementara aktivitas pengeboran
“Jika tuntutan diabaikan, kami siap melakukan aksi lebih besar untuk menyelamatkan sumber air,” tegas Neno.
Ancaman Serius bagi Hulu Sungai Brantas
Wilayah Sumberbrantas dikenal sebagai salah satu titik hulu penting Sungai Brantas. Jika eksploitasi air tanah terus berlanjut tanpa kontrol, dampaknya bisa meluas hingga ke wilayah hilir.
Kasus ini menjadi peringatan penting tentang keseimbangan antara investasi dan kelestarian lingkungan. (*)
Poin Utama Berita
- Warga Sumberbrantas protes aktivitas sumur bor PT Esa
- Debit Sungai Janitri dilaporkan menurun sejak 2025
- Minim transparansi izin dan kompensasi picu konflik sosial
- Kedatangan alat berat memicu ketegangan warga
- Warga tuntut penghentian sementara pengeboran
- Ancaman krisis air di kawasan hulu Sungai Brantas
- Potensi aksi besar jika tuntutan tidak dipenuhi

















