Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASI

Nyamar Jadi Driver Ojol, Residivis Asal Surabaya Diduga Gendam Anak Sekolah dan Curi Sepeda di Pasuruan

26
×

Nyamar Jadi Driver Ojol, Residivis Asal Surabaya Diduga Gendam Anak Sekolah dan Curi Sepeda di Pasuruan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASURUAN | Sentrapos.co.id — Seorang pria berinisial JA (31), warga Banyuurip Wetan, Surabaya, diamankan warga bersama komunitas ojek online (ojol) setelah diduga melakukan aksi gendam terhadap anak-anak sekolah di wilayah Kota Pasuruan.

Pria yang mengenakan atribut driver ojol tersebut ditangkap di depan Lapas Kelas IIB Kota Pasuruan pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Pasuruan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Penangkapan dilakukan oleh sekitar 15 driver ojol yang geram karena pelaku diduga menggunakan atribut ojek online untuk melancarkan aksinya hingga mencoreng nama baik komunitas ojol.

“Dia orang Surabaya beroperasi di Pasuruan,” ujar Darwis, salah satu driver ojol yang ikut mengamankan pelaku di Mapolres Pasuruan Kota.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Muhammad Junaidi menjelaskan, JA menyasar anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang mengendarai sepeda angin seorang diri.

Menurut polisi, pelaku menggunakan modus berpura-pura mencari seseorang bernama “Fitri” untuk mendekati korban.

“Modus yang dilakukan pelaku yakni menyamar sebagai pengemudi ojek online. Pelaku mendekati korban dan berpura-pura menanyakan seseorang bernama ‘Fitri’. Setelah itu korban diminta mengantar pelaku ke suatu alamat,” terang Junaidi.

Sesampainya di lokasi yang dianggap sepi, pelaku meminta korban menunggu dengan alasan mengecek alamat tujuan. Namun, JA justru kembali ke titik awal dan membawa kabur sepeda milik korban.

Agar mudah dibawa menggunakan sepeda motor, sepeda hasil curian itu disebut dibongkar terlebih dahulu sebelum dijual.

“Dalam beraksi pelaku juga mengaku sempat memukul pundak korban dengan tujuan membuat korban terkejut sehingga mempermudah aksinya,” lanjut Junaidi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, JA mengaku melakukan aksi pencurian karena alasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya anak.

Polisi juga mengungkap bahwa sepeda milik korban, yakni Polygon Cascade 3 warna merah, telah dijual di pasar loak wilayah Surabaya.

Tak hanya itu, JA diketahui merupakan residivis kasus serupa. Ia pernah menjalani hukuman pidana selama 2 tahun 6 bulan di Lapas Kelas IIA Bojonegoro atas perkara yang sama.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya korban lain maupun lokasi aksi serupa yang pernah dilakukan pelaku di wilayah Pasuruan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing dengan modus mengajak atau meminta bantuan di jalan. (*)


Poin Utama Berita

  • Pria berinisial JA (31) diamankan warga dan komunitas ojol di Pasuruan.
  • Pelaku diduga menyamar sebagai driver ojol untuk melakukan gendam dan pencurian sepeda anak sekolah.
  • Korban mayoritas siswa SD dan SMP yang membawa sepeda angin.
  • Modus pelaku berpura-pura mencari seseorang bernama “Fitri”.
  • Sepeda korban dibawa kabur lalu dijual di pasar loak Surabaya.
  • Pelaku mengaku melakukan aksi karena alasan ekonomi.
  • JA merupakan residivis kasus serupa dan pernah dipenjara 2,5 tahun.
  • Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.