Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Pemerintah Jamin Pangan Jamaah Haji 2026 Aman, 3 Juta Paket Makanan Siap Saji Disiapkan untuk Armuzna

43
×

Pemerintah Jamin Pangan Jamaah Haji 2026 Aman, 3 Juta Paket Makanan Siap Saji Disiapkan untuk Armuzna

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah memastikan ketersediaan dan kualitas pangan bagi jamaah calon haji Indonesia tahun 2026 tetap aman, meski di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok internasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebutuhan konsumsi jamaah haji telah dipersiapkan secara matang, sehingga para jamaah tidak perlu khawatir selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Soal makan jamaah haji kita aman. Walaupun ada dinamika geopolitik, untuk urusan konsumsi tidak perlu khawatir,” ujar Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Pemerintah telah menyiapkan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan segar hasil produksi dapur hingga makanan siap saji (ready to eat/RTE) yang praktis dan tetap terjaga kualitasnya.

Selain menjamin ketersediaan, pemerintah juga memastikan seluruh makanan memenuhi standar keamanan pangan serta kandungan gizi yang dibutuhkan jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.

Dalam rangka memperlancar distribusi, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta memanfaatkan teknologi pangan modern, termasuk penggunaan makanan siap santap untuk kondisi tertentu.

“Sekarang sudah ada makanan siap saji yang fresh, istilahnya ready to eat,” tambah Zulhas.

Lebih lanjut, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia juga telah menjalin kerja sama dengan Arab Saudi melalui nota kesepahaman (MoU), sehingga pengiriman logistik makanan bagi jamaah Indonesia menjadi lebih mudah dan tidak terhambat regulasi.

“Kita bisa kirim makanan untuk jamaah kita tanpa dipersulit, namun hanya untuk konsumsi jamaah Indonesia, tidak untuk diedarkan di dalam negeri Arab Saudi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menegaskan bahwa penyediaan konsumsi jamaah tidak terdampak langsung oleh fluktuasi harga global maupun lokal di Arab Saudi.

Ia memastikan bahwa pihak penyedia katering tidak mengajukan kenaikan harga, sehingga layanan tetap berjalan sesuai rencana tanpa membebani jamaah.

Dalam skema operasional, mayoritas konsumsi tetap disiapkan melalui dapur untuk menjaga kesegaran makanan. Namun pada periode dengan mobilitas tinggi, pemerintah mengandalkan makanan siap saji sebagai solusi distribusi yang efisien.

Pemerintah menyiapkan sekitar 3 juta paket makanan siap santap untuk memenuhi kebutuhan sekitar 200 ribu jamaah selama enam hari, khususnya pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

“Sebanyak 3 juta paket disiapkan selama enam hari untuk 200 ribu jamaah, khususnya pada fase Armuzna karena mobilitas sangat padat,” jelas Irfan.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh jamaah tetap mendapatkan konsumsi layak meski dalam kondisi kepadatan tinggi dan keterbatasan distribusi makanan segar.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Perdagangan, Kepala BPJPH, Kepala BRIN, Kepala Badan Karantina Indonesia, serta Direktur Utama Perum Bulog.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar yang aman, sehat, dan berkualitas. (*)


Poin Utama Berita

  • Pemerintah jamin pangan jamaah haji 2026 aman
  • Tidak terdampak signifikan oleh geopolitik global
  • Disiapkan makanan segar dan ready to eat (RTE)
  • 3 juta paket makanan siap saji untuk fase Armuzna
  • Menjangkau 200 ribu jamaah selama 6 hari
  • MoU Indonesia–Arab Saudi permudah distribusi makanan
  • Harga katering tidak mengalami kenaikan
  • Standar keamanan dan gizi makanan tetap terjaga
error: Content is protected !!